Hai Sobat puteriputeri.com, saya Danang, tidak akan melewatkan kesempatan guna berbagi liputan pada para pembaca semua, tentang Pulau Semak Daun. Di pulau ini saya dengan tunangan saya Xola, berfoto di Pulau Semak Daun. Harapannya agar dengan mengusung liputan ini, kami bisa menjadi jodoh yang serasi.

Pulau Semak Daun ini berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu DKI Jakarta. Untuk menuju ke sana dari dermaga Kali Adem, kita bisa naik perahu motor menuju Pulau Semak Daun dengan trayek utama kapal motor menuju ke Pulau Pramuka.

Kok ke Pulau Pramuka ? Iya dari Pulau Pramuka nanti kita bisa menyewa ojek perahu untuk mengantar kita ke Pulau Semak Daun.

Menuju ke Pulau Pramuka sebagai pulau yang cukup banyak penghuninya, biasanya tarifnya sekitar Rp. 35.000 per orang. Kapal akan berangkat sekitar pukul 07:00 hingga 08:00 pagi. Dalam 3 jam, kita akan sampai di Pulau Pramuka. Kapal biasanya akan mampir dulu untuk menurunkan penumpang di Pulau Pari.

Sebelum berangkat kembali ke Pulau Semak Daun, sebaiknya makan dulu di Pulau Pramuka. Setelah itu, baru mencari ojek perahu untuk ke Pulau Semak Daun. Ongkosnya dipatok per-kapal, sekitar Rp. 300.000 hingga Rp. 800.000 rupiah.

Maka semakin banyak jumlah orang dalam rombongan, biaya per-orangnya akan semakin murah. Harga tersebut sudah termasuk sewa alat snorkeling dan perahunya juga akan mengantar kamu ber-snorkeling di kedua spot snorkeling, Pulau Karang Beras dan Pulau Air. Perjalanan dari Pulau Pramuka menuju Pulau Semak Daun memakan waktu 30 menit.

Di Pulau Semak Daun memang sudah ada sumur dan toilet, tapi airnya payau. Jika ingin air tawar yang bersih untuk mandi, bisa beli 5000 rupiah per-jerigen. Air tawar ini dibawa dari Pulau Karya. Air minum sebaiknya bawa sendiri.

Saya, Danang dan tunangan saya Xola, berniat untuk mengadakan sesi foto bersama. Karena saya yakin tiap moment berharga saat tunangan adalah momen yang indah 🙂

Danang Prakoso dan Xola, bertunangan

Saya Danang dan tunangan saya Xola, kemudian berphoto-photo di sekitaran pantai yang indah berombak santai, berpasir putih.

Saya bersama tunangan saya benar-benar menikmati waktu santai menghabiskan waktu long weeekend di pulau Semak Daun ini.

Sang surya enggan menampakan wujudnya karena cuaca cerah berawan putih, yah walapun sebenernya udah bisa kami tebak sih kalau hari ini bakalan cerah.

Moment Romantis, Berfoto setelah bertunangan, di Pulau Semak Daun

Dan benar saja apa yang kami tebak, awan menutupi Mentari, walaupun begitu saya dan tunangan saya senang sekali dengan cuaca seperti ini, cerah seperti hati kami, berpasir putih seperti dress yang kami pakai berdua huhuhu 🙂 🙂

Terima kasih pada Tuhan Sang Maha Pencipta dengan hari yang sangat membahagiakan di pulau ini, Semak Daun.

Menuju Semak Daun

1. Naik kendaraan apapun yang menuju Muara Angke, saat ini pelabuhan sudah dipindah ke Kali Adem yang tidak jauh dari Muara Angke.

2. Dari Pelabuhan Muara Angke/Kali Adem, naik kapal tujuan Pulau Pramuka, salah satu kapal yang melayani rute ini adalah Kapal Pesona Alam yang memiliki 2 dek di mana dek atas untuk lesehan dan dek bawah terdapat bangku untuk penumpang.

3. Dari Pulau Pramuka sewa ojek kapal yang bisa mengantarkan ke Pulau Semak Daun Ini adalah kali pertamanya saya merasakan sensasi salah satu pulau yang terletak di gu gusan Kepulauan Seribu dan pulau yang dituju adalah Pulau Semak Daun. Pulau ini sangat populer dikalangan wisatawan Pulau Seribu. ombak yang relatif tenang serta tempat snorkelling yang ideal.

Sampai di Pulau Pramuka kami istirahat terlebih dahulu dan tentunya Shalat karena memang sudah waktunya, makanan ringan snack, roti, coklat, dan wafer sangat membatu mengganjal perut kami berdua.

Untuk sampai ke Pulau Semak Daun dari Pulau Pramuka membutuhkan waktu sekitar 30 menitan.

Sesampainya di Pulau Semak Daun bang Gery menemui penjaga pulau dan membayar retribusi, per orangnya Rp 10.000. kami berdua menjadi Rp 20.000 sambil menyewa homestay 300.000 plus makan per-malam. HOREEE 🙂

Pulau semak daun yang berada tidak jauh dari Jakarta ini menjadi tujuan wisata para pejalan seperti saya, serta tunangan saya Xola ingin menghabiskan waktu di pulau tersebut.

Selain menyajikan pemandangan yang sangat indah kata teman saya pulau ini pun mempunyai view yang pas ketika Matahari tenggelam dan terbit. Selain itu yang tak terlupakan adalah pantainya yang landai berpasir putih bagus.

(Liputan oleh : Danang Prakoso)

1 Comment

  1. Pingback: Camping di Pulau Semak Daun - puteriputeri.com

Tinggalkan Balasan