Puteriputeri – Jakarta, Film Cado-Cado alias “Catatan Dodol Calon Dokter” merupakan Film Komedi Drama di Penghujung 2016 yang wajib ditonton. Film yang disutradarai dan dibintangi oleh Sutradara dan Aktor/Aktris Pemenang Piala Citra tayang serentak di bioskop mulai 27 Oktober 2016.
 
Diadaptasi dari novel karya dr. Ferdiriva Hamzah, ‘Catatan Dodol CAlon Dokter’ (Cado Cado) adalah film komedi drama pertama di Indonesia yang serius menggarap kehidupan ko-ass dengan seting rumah sakit urban kekinian.
 
Pernahkah mendengar istilah ‘Ko-ass’? Seperti apa kehidupan seorang ko-ass? Ada yang bilang masa-masa 2 tahun ko-ass adalah masa-masa zombie, karena seorang calon dokter akan susah untuk mendapat waktu istirahat dan pulang ke rumah. Benar begitu?
 
Pertanyaan seputar realita kehidupan calon dokter atau ko-ass akan terjawab lewat film pertama hasil kolaborasi CJ Entertainment dan Radikal Films, berjudul ‘Catatan Dodol Calon Dokter’. Film ini akan ditayangkan serentak di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 27 Oktober 2016 dan di putar di Tokyo Film Festival pada minggu yang sama.
9-img-20161012-04192
 
Disutradarai salah satu sutradara terbaik pemenang Piala Citra, Ifa Isfansyah, film ini dibintangi oleh para actor dan artis pemenang piala Citra, yaitu Adipati Dolken dan Tika Bravani.
 
Radikal Films dan CJ Entertainment butuh waktu 2 tahun untuk mengerakan film ini. Selain menggunakan rumah sakit urban kekinian sebagai kanvas cerita, semua adegan yang diambil di rumah sakit disupervisi oleh seorang konsultan medis untuk menjaga keaslian dari film ini.
 
Beberapa adegan bahkan diperankan oleh dokter sungguhan, termasuk oleh dr. Ferdiriva Hamzah pengarang novel Cado Cado. Sementara para penonton yang belia dapat menikmati komedi serta dilema yang disajikan para pemain, segmen audiens yang lebih lanjut dapat tertawa dan terbawa perasaannya lewat romansa yang dihadirkan di film ini.
 
Berkolaborasi dengan Blibli.com, film Cado-Cado sedang mengadakan kegiatan fans screening untuk 800 fans di JABODETABEK dan Bandung. Ini adalah pertama kalinya Blibli.com  melakukan strategi marketing serupa. Kegiatan fans screening adalah hasil dari film screen test yang positif. Para peserta screen test memberikan respon yang baik terhadap komedi serta drama yang disajikan oleh para pemain film. Orang yang telah menonton offline version Cado Cado mengatakan bahwa film ini adalah film komedi drama yang oke punya !
 
Film yang seru biasanya memiliki visual dan audio yang mantap. Pembuatan scoring dan soundtrack film Cado Cado adalah proses yang serius dan menyenangkan. Berawal dari produser yang visioner dan arahan sang sutradara, tim yang bertugas membuat scoring dan soundtrack mampu menerjemahkan dengan baik kemauan produser dan sutradara.
 
Dengan taste, ketrampilan dan kreativitas yang tiada duanya, tim scoring mampu menghasilkan musik yang tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap film tetapi juga dapat membawa film Cado Cado ke level emosional yang berbeda dan tak terlupakan.
 
Bertepatan dengan ‘Hari Dokter Nasional’, Cado Cado siap mengadakan gala premier pada 24 Oktober 2016. Para dokter-dokter kawakan Indonesia, pelaku seni, fans serta bintang tamu siap menghadiri acara ini. Para dokter diajak bernostalgia masa-masa ko-ass mereka yang penuh kedodolan dan kisah manis. Film Cado Cado segera tayang di jaringan-jaringan bioskop mulai 27 Oktober 2016.
 
“Kegiatan fans screening serentak di JABODETABEK dan Bandung adalah hasil dari screen test yang amat positif. Walaupun para peserta screen test menonton film yang masih offline, dengan editan awal serta audio dan visual yang masih mentah, mereka memiliki respon yang sangat positif dan tingkat rekomendasinya pun tinggi. Artinya, jalinan cerita hadir dengan baik dan film ini berkarakter kuat. Bahkan dalam kondisi film masih tahap edit awal, penonton sudah berhasil terbawa emosi. Ini membuktikan bahwa film ini adalah film komedi dengan elemen drama yang digarap serius,” ujar Ardiansyah Solaiman, Produser, Radikal Films.
 
“Proses pengerjaan film ini membutuhkan waktu hingga dua tahun. Tujuan kami adalah membuat film yang memang relevan dengan penonton Indonesia. Dari awal, kami sangat memperhatikan proses adaptasi cerita dari novel menuju layar lebar. Dengan kemampuan Ifa meramu film drama dan komedi serta kemampuan acting para pemain yang mumpuni, ‘Catatan Dodol Calon Dokter’ telah menjadi film telah lama kami impikan – jenaka, menarik dan jujur,” kata Kini S.KIM, EVP, Head of Internasional, CJ Entertainment.
 
“Selain proses syuting yang menantang karena berlokasi di rumah sakit, proses pemilihan scoring juga sangat tricky. Scoring yang tepat dapat membentuk karakter dari sebuah film. Dalam hal ini, saya bekerja sama dengan produser, direktur musik dan tim musik yang sangat berpengalaman serta terlibat langsung dalam proses scoring dan pemilihan soundtrack. Proses spotting sendiri memakan waktu 2 minggu karena kita harus jeli mencari adegan yang butuh didukung oleh scoring, soundtrack, ambiance atau hanya sebatas dialog saja,” jelas sang Sutradara, Ifa Isfansyah.
 
“Menjadi ko-ass atau calon dokter adalah masa-masa yang penuh perjuangan tetapi ditengah perjuangan itu, ada banyak kekonyolan juga. Hal ini yang ingin di sampaikan di dalam film. Walaupun memiliki jalan cerita yang berbeda, film ini akan menyuguhkan pengalaman baru bagi mereka yang sudah baca novel,” tutur Penulis Novel Cado Cado, dr. Ferdiriva Hamzah.
 
“Walaupun ini masalah film komedi, film ini digarap dengan serius dan memiliki elemen drama yang berbeda. Keseriusan pembuatan film ini sudah terlihat sejak proses workshop medis yang dilakukan dengan menggunakan games serta acting coach, kami juga diberikan workshop medis yang dipimpin oleh seorang dokter. Kita diajari cara memegang alat, melakukan prosedur medis serta menghafal dan mengerti istilah medis,” terang Adipati Dolken, pemeran Riva dalam film Cado Cado. (Puteriputeri – Lrd Viga-801/Riri).

Tinggalkan Balasan