Ada lakon teater unik yang asyik buat ditonton oleh kalian semua di Festival Teater Jakarta, judulnya “Tanah Lie” simak beritanya berikut ini

Festival Teater Jakarta atau yang biasa disebut FTJ merupakan event perlombaan teater di wilayah DKI Jakarta yang di adakan setiap tahun. Pada tahun ini, FTJ menginjak tahun ke-44. Nah untuk FTJ tahun 2016 ini, mengangkat tema ‘Transisi’.

ftj-1

Kenapa FTJ memilih tema Transisi ?  Karena FTJ bemaksud untuk bertransisi untuk mendorong pemikiran orang-orang yang beranggap teater merupakan seni kuno.

Padahal semakin berkembangnya zaman, teater sangat mengkondisikan untuk mengambil pasar modern yang dimana sampai sekarang masih ada.

Tema Transisi ini ingin menggambarkan dan mengubah dari segi penilaian dan penjurian yang sudah di pakai bertahun-tahun lamanya dulu.

Karena FTJ merupakan suatu event yang sangat menarik bagi sanggar teater dan komunitas teater atau orang-orang yang memiliki seni teater, FTJ dapat dijadikan suatu wadah untuk mengekspresikan suatu kreatifitas kita tentang pola pikir dan kehidupan bermasyarakat.

Salah satu komunitas yang ikut berpartisipasi dalam event tahunan FTJ ini yang sudah saya wawancarai adalah : “Teater Alamat”.

Teater Alamat bukanlah suatu sanggar teater melainkan mereka seperti komunitas teater yang di mana orang-orang yang bergabung dapat menyalurkan hobi berteater dan berproses bersama-sama.

Teater Alamat berdiri tahun 2009 dan bertempat di wilayah Jakarta Barat.

Biasanya, anggota Teater Alamat berkumpul di GOR Grogol atau di sekretariat INDRAJA (Ikatan Drama Jakarta-Barat).
Teater Alamat akan menampilkan teater dalam event FTJ (Festival Teater Jakarta) yang berjudul “Tanah Lie”.

ftj-2

Teater Alamat mengambil judul ini karena merupakan suatu kisah nyata dan berdasarkan riset yang mereka ambil di daerah Teluk Naga.
Singkat cerita, seorang janda bernama Guat Nio, wanita paruh baya yang mempunyai 2 orang anak, menghadapi berbagai macam tekanan yaitu ekonomi, biaya sekolah anak dan anak laki-lakinya yang menjadi pengangguran.

Segala kebutuhan hidup bertumpu sama Guat Nio. Ia berdagang kecil-kecilan tapi belum mampu mencukupi sampai dia pun harus berhutang kepada rentenir.

ftj-3

Sedangkan adik iparnya Wawah, secara diam-diam memiliki rencana bersamasi Rentenir Tante Berty untuk menjual rumah yang di huni bersama anak dan suaminya Yongky (adik Guat Nio) yang sebenarnya Yongky terpaksa mengikuti kemauan istrinya.

Karena Yongky sadar dan tahu betul bahwa rumah yang ditinggalnya itu merupakan rumah warisan. Namun, ia tidak mengetahui kalau warisan tersebut bukan dari orang tuanya melainkan tanah dan rumah dari suami Guat Nio yaitu Koh Lie.

Di bagian lainnya, tentang lingkungan tempat tinggal mereka terdapat persoalan sosial, status kewarganegaraan dan rasa ketidakadilan yang diungkapkan seorang laki-laki bernama Jok Lie. Tentang masyarakat keturunan Tionghoa yang lebih kental dengan sebutan Cina Benteng.

Nah untuk kalian yang penasaran kelanjutan ceritanya seperti apa ?Yukk kita ramaikan Festival Teater Jakarta dengan menonton penampilan Teater Alamat dengan judul “Tanah Lie” karya Budi Yasin Misbach.

Lakon “Tanah Lie” akan dipentaskan pada :

Hari/Tanggal : Minggu, 4 Desember 2016
Waktu : Pukul 15.00 – selesai WIB
Tempat : Teater Luwes, Taman Ismail Marzuki
Biaya : Umum Rp. 30.000
Pelajar/Mahasiswa Rp. 15.000 (tiket tidak dapat dibeli on the spot)

Untuk informasi selanjutnya dan pemesanan bisa langsung menghubungi ke nomor di bawah ini :

Rangga : 08563583819
Mudrika : 089656164876
Pita : 083807731062 (just WA)

JANGAN SAMPAI KEHABISAN TIKETNYA YAA  🙂

(Liputan oleh : Dian Oktaviani)

Tinggalkan Balasan