Pameran SOUTHEAST ASIA PLUS TRIENNALE adalah pameran para seniman Indonesia dan seniman di wilayah Asia Tenggara, serta seniman-seniman di luar wilayah Asia Tenggara yang diundang secara khusus. Pameran ini di selenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia,di Jakarta, pada tanggal 8 Oktober 2016 – 10 November 2016.

galnas-2
Pameran ini bertujuan untuk menghubungkan pertumbuhan seni rupa di wilayah Asia Tenggara.

Seni rupa di wilayah Asia Tenggara, yang kini berkembang saling terhubung dalam konstelasi ide dan pemahaman terhadap seni secara regional bahkan global

Pameran SOUTHEAST ASIA (SEA) tak hanya menjelaskan karya-karya yang di pamerkan, tetapi juga menunjukan  pijakan pandangan, sikap, dan penilaian yang dimiliki oleh masing-masing seniman.

galnas-1

Ekspresi seni rupa kembali menjadi semacam jaminan berbagai pertemuan kebahagiaan dan memiliki alasan untuk menghargai dan memuliakan setiap karya seni yang dihasilkan.

Pameran ini menjadi bukti bahwa keberagaman dapat dipersatukan oleh seni rupa.

Keberagaman yang dimaksud bukan sekedar perbedaan asal negara atau wilayah melainkan perbedaan pandangan, sikap, hingga penilaian dan pengalaman hidup masing-masing seniman. Keberagaman inilah yang kemudian disajikan Galeri Nasional Indonesia dalam Pameran South East Asia Plus (SEA+) Triennale 2016.

Perhelatan tiga tahunan ini merupakan penyelenggaraan yang kedua setelah sebelumnya digelar pada 2013. Tahun 2016 ini, SEA+ Triennale hadir dengan tema “ENCOUNTER: Art from Different Lands”.

Tema “ENCOUNTER: Art from Different Lands” ditanggapi oleh Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan sebagai ajakan untuk melihat berbagai perubahan dan pertemuan baru yang dihadapi oleh manusia.

“Ada banyak jenis encounter baru yang dihadapi oleh orang-orang. Dunia pun tidak lagi sama seperti dulu. Eropa tak sama lagi seperti dulu, bahkan 30 tahun dari sekarang Indonesia juga tidak akan sama. Pameran ini menjelaskan tentang dunia kita yang banyak berubah”, tutur Hilmar Farid.

galnas-3

ENCOUNTER: Art from Different Lands mengundang ekspresi khas para perupa untuk berkarya ke dalam aneka ragam medium seperti lukisan, drawing, patung, object, fotografi, seni video, dan karya instalasi. Karya-karya tersebut merupakan hasil artistik 44 perupa Indonesia dan mancanegara.

Para perupa Indonesia yang berpartisipasi berasal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Balikpapan. Sedangkan perupa mancanegara berasal dari 11 negara yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Filipina, Myanmar, Laos, Australia, Denmark, Norwegia, dan United Kingdom.

Agenda Event di Galeri Nasional, Jakarta, akhir tahun 2016 :

  • Tempat Gedung  A & Gedung B, tanggal  18 Oct – 10 Nov 2016 : Pameran South East Asia Plus (SEA+) Triennale 2016, “Encounter: Art from Different Lands”.
  • Tempat Gedung  A, waktu tanggal 15 November 2016 – 28 November 2016,Event Photography Exhibition “Abad Fotografi” The Age of Photography.
  • Tempat Gedung  A & Gedung  B, tanggal 7 Desember 2016 –22 Januari 2017,  Exhibition Jakarta Contemporary Ceramics Biennale 4.: Ways of Clay “Perspectives toward the Future”.

Simak Video Liputan Pameran South East Asia Plus (SEA+) Triennale 2016, “Encounter: Art from Different Lands” :

(Liputa oleh :  Febiola Fandina Citra)

Tinggalkan Balasan