Mengapa ada Hutan Mati ? Apa nya yang mati??


Pasti orang diherankan dan dibuatnya penasaran dengan namanya hutan mati, mengapa hutan ini bisa mati???
Hutan mati yang sering terdengar dan populer di telinga masyarakat yaitu hutan mati yang terdapat di Kawasan Gunung Papandayan 2265 mdpl di daerah Garut, Jawa Barat.

Tentu saja kita pernah melihat atau mendengarnya secara langsung atau tidak langsung, dari berbagai sumber media atau foto yang banyak terunggah di sosmed membuat orang terkagum dengan pesona Gunung Papandayan. Jelas jalur pendakian Papandayan itu sepanjang perjalanannya disuguhi pemandangan indah.

Hanya beberapa langkah dari star area parkir saja kita akan terpukau dengan pesona keindahan alami yaitu bebatuan kawah yang tak henti – hentinya mengeluarkan asap tipis beraroma belerang yang cukup menyengat hidung namun lokasi ini tetap indah dan mempesona.

Akibat letusan yang terjadi pada tahun 2002 lalu yang mengakibatkan kerusakan di sekitarnya, beberapa puluh desa hancur akibat letusan gunung tersebut, makhluk hidup lainnya yang juga ikut punah. Dan ribuan pohon cantigi yang masih tumbuh tanpa daun hijau atau bunga mekar yang menjadi salah satu bukti adanya kejadian letusan gunung papandayan yang melenyapkan hutan ini .


Pohon – pohon yang berwarna hitam yang tumbuh di atas lumpur kawah papandayan inilah yang disebut dengan Hutan Mati.

Kondisi hutan mati yang tampak terlihat angker dan menyeramkan , konon katanya banyak orang yang tersesat di hutan mati karena pada saat kita mendaki gunung manapun dilarang bertanya kepada siapapun karena justru akan ada sosok mahkluk yang menjelma yang menunjukan jalur atau arah sesat.

Kawasan hutan mati yang luas dan banyak arah yang bisa dilewati memang membuat pejalan kaki bingung harus melewati jalur ke arah mana, karena enggan dan ragu pula dengan mitos yang konon tidak boleh bertanya kepada siapapun yang akhirnya pejalan kaki menyusuri jalannya sendiri yang justru tidak menemukan jalan sehingga menyesatkan alur nya sendiri.

Sebenarnya ada jalur pintas menuju kawasan hutan mati, yaitu dari kawah papandayan mengambil jalur kiri langsung ke area hutan mati. Namun pendaki atau wisatawan dilarang melewati jaur ini, karena tebingnya yang lumayan curam dan berkabut bisa membahayaka keselamatan wisatawan atau pendaki.

Sehingga direkomendasikan kepada para pendaki atau wisatawan untuk melewati jalur kanan , yang jalanannya cukup besar dan landai. Jalur tersebut disebut jalur Lawang Angin yang juga terdapat pos penjagaan yang bisa menjamin keselamatan wisatawan.


Lokasi hutan mati yang bersebelahan dengan Pondok Saladah tempat camping atau wisatawan bisa mendirikan tenda. Jarak tempuh dari pondok saladah menuju kawasan hutan mati sekitar 2-3 jam, jadi pengunjung bisa langsung melanjutkan perjalanannya tanpa bermalam di pondok saladah.
Pagi hari dengan udara segar daerah pegunungan saya bersama kawan – kawan melanjutkan perjalanan menuju hutan mati setelah terbangun dan menikmati udara malam di kawasan pondok saladah.

Ketika saya mencoba melewati kawasan hutan mati, memang saya bersama kawan saya pun sempat dibingungkan dengan arah atau jalur yang akan kita lewati ( waktu itu ) arus menuju puncak papandayan ( Tegal Alun ), tetapi kita justru bertemu dan bertanya kepada salah satu petugas yang tinggi besar, berkulit hitam dan memakai pakian hitam pula yang stanby di kawasan hutan mati itu, lalu dia

mengarahkan jalurnya yang selanjutnya kita telusuri dan akhirnya arahan atau petunjuk itulah yang bisa mengantarkan kita ke puncak yang indah yang disuguhi dengan danau yang tumpah di kerumunan ribuan pohon Eddelweis.

Wisata ini nyaris tidak pernah terlewatkan oleh pengunjung, dari luar kota Garut sendiri misal, wisatwan dari Kuningan , Cirebon, Jakarta , Jawa Tengah, Jawa Timur, Tangerang bahkan wisatawan asing pun yang sengaja jauh – jauh datang , meluangkan waktunya, membuang energinya hanya untuk menyaksikan langsung pesona keindahan Gunung Papapandayan.

( lokasi Tegal Alun )

Setelah menikmati keindahan Papandayan, jadi teringat lagi dengan orang yang kala itu memberi petunjuk , siapakah Dia?? Ternyata dia adalah satpam/ security yang ditugaskan untuk menjaga kawasan dan memberi arahan kepada para wisatawan.

Nah ! jadi sebenarnya mitos itu kalau kita pikir justru malah menyesatkan bukan?? Sudah jelas ada penjaganya kenapa tidak mau bertanya. Sempat kepikiran juga sih sama petugas yang berseragam hitam ini, dalam hati bertanya – tanya, apakah ini yang nama nya sosok Jin, setan , Genderuwo atau mahkluk lainnya ? hihii..

Salam Pendaki dari saya Irni Patimah

Tapi tidak ada salahnya ketika kita tidak tahu lalu bertanya kan ? Sehingga hal yang tidak kita tahu bisa menjadi tahu dan mendapatkan ilmunya. Di era globalisasi ini, kita harus lebih pintar, dan menggunakan logika kita dengan baik dan berfikir secara logis 🙂 🙂

Salam Lestari..!!
**) Tonton juga video Dokumentar saya di Mt.Papandayan 2265mdpl

Terimakasih 🙂 🙂

(Liputan oleh : Irni Patimah)

Tinggalkan Balasan