Halo sahabat puteriputeri.com, untuk memanfaatkan liburan weekend yang mungkin cuma sempat libur di hari di hari minggu saja karena padatnya pekerjaan, maka kita warga Jakarta bisa bertamasya di Taman Wisata Alam Mangrove yang terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.


Pada hari Minggu lalu, saya bersama teman-teman saya yaitu Dini, Fajar dan Azdi pergi ke Taman Wisata Alam Mangrove yang terletak di daerah Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara dengan mengendarai dua buah sepeda motor dengan berboncengan.

Perjalanan dari rumah saya yang masih di kawasan Jakarta Utara sebagai tempat berangkat menuju ke Taman Wisata Alam Mangrove kurang lebih sekitar 1,5 jam.

Lokasi Taman Wisata Alam Mangrove ini tidak sulit untuk ditempuh karena berada di lokasi yang sangat strategis.
Untuk bisa masuk ke Taman Wisata Alam Mangrove, kami harus membeli tiket seharga Rp.25.000,-/orang untuk orang dewasa, sedangkan untuk anak-anak Rp 10.000/orang.

Selain itu, jika mengendarai mobil kita harus membayar Rp 10.000,-, untuk tiket masuk motor cukup mengeluarkan biaya Rp 5.000,-.

oik-3

Kami juga dilarang membawa kamera masuk ke lokasi ini kecuali Handphone jika kedapatan membawa kamera akan dikenakan denda sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah !!).

Biasanya yang dilarang adalah kamera DSLR, mengapa persisnya alasannya…? saya juga tidak tahu.
Mungkin apa kalau mau foto pre-wed harus ijin bayar dulu atau ada alasan lain, saya juga tak tahu persis.
Untungnya kamera smartphone sekarang sudah sangat canggih, hingga mampu menyamai ketajaman pixel sada yang sudah setara DSLR.

Hanya saja mungkin seperti teknik panning, bulb, dan slow speed serta high speed, belum ada kamera smartphone yang memiliki fasilitas untuk menu pembuatan teknik foto tersebut.
Saya harap di masa depan kamera smartphone akan secanggih DSLR juga.
Saya yakin, nantinya di masa depan, juga tak akan bisalagi melarang wisatawan membawa kamera DSLR di tempat wisata.

pik-4

Asyiknya Foto-foto di Taman Wisata Alam Mangrove
Dari seorang petugas Taman Wisata Alam Mangrove kami mendapat informasi mengenai sejarah Taman Wisata Alam Mangrove.
Dulunya sebelum menjadi taman wisata, tempat ini sebelumnya adalah tambak Ikan Bandeng.
Kemudian kini selain menjadi tempat wisata,tempat ini juga menjadi tempat konservasi tanaman Mangrove dengan luas lahan 99,82 hektare dengan 40% lahannya adalah hutan Mangrove (Bakau).

pik-5
Di sini kita bisa puas berfoto-foto dengan pemandangan perairan hutan Mangrove yang masih sangat hijau dan pondok perkemahan unik selain itu kami juga bisa melihat Mangrove-mangrove yang baru ditanam di perairan.
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dengan tujuan utama kawasan pantai di dalam Taman Wisata Alam Mangrove ini.

Untuk menuju ke arah pantai kami harus berjalan dengan meniti sebuah jembatan bambu yang harus dilalui, meskipun disediakan pegangan pada jembatan bambu ini, namun kita harus tetap berhati-hati saat melintas jembatan yang jaraknya sekitar 50 meter dari bibir pantai ini.

pik-2

Setelah berjalan kurang lebih 50 meter, tibalah kami di lokasi pantai.
Di pantai yang masih terletak di dalam Taman Wisata Alam Mangrove ini terdapat sebuah gazebo yang cukup besar untuk pengunjung beristirahat setelah lelah berjalan.

Di gazebo itu kami melepas lelah sambil berfoto-foto dan makan-makan sambil bersenda gurau.
Di area Taman Wisata Alam Mangrove itu ada sebuah jembatan goyang.
Jembatan ini hanya boleh dilewati maksimal 4 (empat) orang.
Karena unik, yess.. saya berfoto-foto lagi, saya sempat geli kalau ingat di lokasi ini dilarang membawa kamera DSLR, tapi kamera handphone dan kamera tablet boleh… hehe he,… 🙂 🙂 apa ga’ tahu ya kalau kamera smartphone apalagi kamera tablet sekarang malah ada yang canggih sekali, harganya juga mendekati Rp .7 jutaan, seperti harga DSLR kelas entrypoint.
Hasil jepretan kamera smartphone di tahun 2016 ini saja sudah bagus, apalagi nanti jika ada yang baca tulisan ini di tahun 2019 atau 2020, misalkan, saya yakin pasti smartphone sudah bisa disebut sebagai komputer saku plus kamera canggih yang ter-install.
Jadi geli juga…aduh kok ada aja jaman udah canggih begini masih ada larangan membawa kamera DSLR di Taman Wisata Alam Mangrove, Pantai Indah Kapuk ini 😉
Lha… kalau sekarang banyak wisatawan yang sudah punya kamera drone segala, lalu bagaimana ?
Sekarang kamera drone juga bukan barang yang exclusive atau aneh kayak sci-fi, tapi lihat saja banyak turis yang pakai kamera drone juga kan ?
Hasilnya tentu akan akan lebih bagus kalau foto via kamera drone dari atas, lihat saja kalau pembaca puteriputeri.com kebetulan wisata di pantai-pantai, maka kerapkali kita nelihat kamera drone dipakai para wisatawan di pantai.
Mengapa pakai kamera drone untuk motret tempat wisata ?
Ya… jelas dong kalau motret pantai dari atas akan terlihat sangat indah, kan begitu 😉
Terus apa ga’ boleh juga untuk memakainya ?
Aduh…jadi aneh sendiri dong rasanya.
Saat melewati jembatan bambu goyang ini kami melewati jembatan itu dengan hati-hati karena di bawah jembatan itu sudah terbentang air laut.
Saya tidak ada rencana berenang, jadi lebih baik berhati-hati daripada tercebur 🙂
Tanpa terasa hari sudah sore dan waktu sudah menunjukkan pukul 14:30 WIB, kami lalu bergegas pulang dengan mengendarai sepeda motor.
Selama perjalanan pulang saya terkesan sekali akan keindahan Taman Wisata Alam Mangrove tersebut, saya ingin suatu saat nanti bisa kembali ke sana.
Biarpun dilarang bawa kamera DSLR, toh sekarang kamera smartphone sudah sangat bagus resolusi hasilnya. Salam wisata khas puteriputeri.com
(Liputan oleh : Fadillah Deby Hariyani)

“Cerita Tentang “Wisata Alam Mangrove, PIK”

Jadi pertama-tama saya mau cerita tentang foto saya ini saya pergi ke “Wisata Alam Mangrove” bersama teman saya ber-4. Saya shinta, teman saya yang ber-3 bernama diana, early, dan reza. Saya sebelumnya merencanakan pergi bersama sudah sejak lama sekali dan baru kesampaian dan ada waktu saat itu saya pergi dengan direncanakan H-1 sebelum kepergian ke Wisata Mangrove. Saya bersama teman saya kesana pergi naik kendaraan bermotor saya bersama Reza dan Diana bersama Early saat itu saya berangkat dari rumah saya di Jalan Industri 3 dalam, Pademangan Jakarta-Utara.

pik-11

Saya dijemput dengan Reza dari depan gang rumah saya, disitu saya menunggu dengan Diana dan Early karena rumah saya berdekatan dengan Diana dan Early sedangkan Reza yang jauh rumahnya dari saya. Saya berangkat sekitar jam 14:00 sudah sangat siang memang karena keterlambatan dan teman-teman saya tidak ingin panas-panasan.

Setelah saya di jalan saya melewati jalan Mangga Dua sampai ke Kota lalu, melewati Pluit karena Wisata Mangrove berada di Pantai Indah Kapuk. Saya berjalan sekitar 1 lebih 30menit dan itu sangat lama karena jauh dan macet. Akhirnya setelah di pluit saya memasuki kawasan Pantai Indah Kapuk sebelum saya berjalan kearah Wisata Mangrove saya melewati ruko-ruko yang banyak sekali tempat kuliner makanan ataupun minuman. Lalu saya berjalan hingga akhirnya sampai, saya awal masuk membayar Rp. 25.000,00 per orang dewasa dan Rp. 5.000,00 untuk motor lain untuk mobil sekitar Rp. 10.000,00.

Saya masuk dan akhirnya saya sampai saya parkir motor terlebih dahulu, lalu saya memasuki tempat seperti rumah-rumah untuk camping karena tempatnya sangat asri dan masih banyak hutan-hutan dan danau-danau sekitarnya.

Saya foto-foto berawal mula dari rumah-rumah seperti yang ada di foto saya diatas. Saat itu tempatnya sedikit ramai padahal disitu masih hari biasa, tempatnya menurut saya sangat bagus untuk mengambil gambar sunset atau yang lainnya. Disitu juga bisa menaiki perahu kecil seharga Rp. 100.000,00 selama 30menit. Setelah itu saya muter-muter lagi untuk mencari tempat bagus untuk foto.

(Shinta Karina Putri)

“Menikmati Eksotisme Hutan Mangrove Jakarta”

Bosan dengan wahana hiburan di Kota Jakarta dan sekitarnya yang itu-itu saja membuat saya mulai mencari tempat rekreasi yang berbeda. Kebetulan sahabat saya mengajak ke Hutan Mangrove di daerah Pantai Indah Kapuk untuk reuni SMA saat itu. Penasaran, saya pun mengiyakan ajakannya ke Hutan Mangrove untuk merasakan sensai berlibur di tengah-tengah hutan Jakarta.

Pada hari Minggu, lalu saya dan keenam teman SMA sepakat untuk berkumpul di halte busway Rumah Sakit Islam. Segera kami menuju halte busway Monas untuk transit disana. Karena menurut info dari seorang teman bus khusus yang akan mengantar kami ketujuan hanya bisa diakses oleh beberapa halte busway, Monas salah satunya.

Saya menunggu bus khusus itu atau sebut saja BKTB (Bus Kota Terintegrasi Busway), cukup lama, sekitar 25 menit. Maklum saja memang jumlah armada BKTB yang terbatas, atau bisa dikatakan untung-untungan menaiki BKTB ini. Tibalah BKTB tujuan Pantai Indah Kapuk yang akan membawa saya dan teman-teman ke Hutan Mangrove di kawasan Pantai Indah Kapuk.

BKTB adalah jenis media tranportasi umum yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Joko Widodo pada 05 Februari 2014. bersyukurlah saya saat ingin ke Hutan Mangrove sudah ada transportasi umum yang mengakomodir sehingga lebih mudah.
Untuk tambahan ongkos BKTB mematok harga Rp. 3.500,- untuk penumpang yang turun di PIK, Rp. 2.500,- untuk penumpang yang turun sebelum PIK dan Rp. 6.000 untuk penumpang yang hendak naik BKTB di luar halte Trans Jakarta. Keunggulan lain dari BKTB penumpang bisa turun dimanapun, baik di halte Trans Jakarta ataupun di pinggir jalan.

pik-6 (Foto:Pintu masuk atau gerbang Taman Wisata Alam, Angke Kapuk Mangrove, Pantai Indah Kapuk)

Sekitar 30 menit perjalanan menuju Hutan Mangrove kondisi jalan yang tidak begitu ramai membuat saya jadi sampai lebih cepat padahal saat itu saya pergi di akhir pekan. Selama perjalanan saya terus merasa penasaran bagaimana rupa Hutan Mangrove di tengah padat dan modern-nya Kota Jakarta.

Kami bertujuh turun di depan Sekolah Buddha Taipei Tzu Chi yang megah nan elegan. Ternyata Hutan Mangrove yang ingin saya datangi masih harus jalan masuk ke dalam hingga ujung pantai. Melewati Sekolah Buddha Taipei Tzu Chi, Waterboom Water Park Golf and Garden House, Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, dan perumahan elit Mediterania.

Karena asyik mengobrol dan menceritakan apa yang terjadi setelah lulus dengan kawan SMA tak terasa 20 menit perjalanan telah berlalu dan saya sampai di di Hutan Mangrove. Tempat yang membuat saya begitu penasaran.

Inilah Taman Wisata Alam Angke Kapuk Mangrove, di Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara ini memang benar-benar tempat alternatif untuk warga Jakarta dan sekitarnya yang bosan dengan tempat wisata yang hanya sekdar gedung-gedung pencakar langit atau mall.

Sampai di Taman Wisata Alam (TWA- orang biasa menyingkatnya) Mangrove, saya serta ke 6 teman menuju loket tiket. Pengunjung dikenai biaya Rp. 25.000,- harga tiket masuk (HTM) untuk turis lokal, untuk turis mancanegara dikenakan Rp. 150.000,-/orang. Jangan sampai kehilangan tiket masuk karena di dalam terlihat ada pos penjaga yang akan memeriksa tiket serta barang bawaan pengunjung.

Perlu diingat bahwa pengunjung yang membawa kamera DSLR atau kamera digital tidak diberi ijin masuk ke kawasan Taman Wisata Alam Angke Kapuk Mangrove Pantai Indah Kapuk.

Jika tetap keukeh membawa masuk kamera akan dikenai biaya tambahan Rp. 1.000.000,- (maksimal 7 orang).
Tapi… jangan berkecil hati takut tidak bisa mengabadikan momen dengan mengambil foto atau video karena kamera handphone serta tongsis masih diperbolehkan masuk tanpa dikenakan biaya apapun. Selain larangan membawa kamera, Taman Wisata Alam, Angke Kapuk Mangrove, Pantai Indah Kapuk juga memberlakukan larangan membawa makanan dari luar, agak aneh memang mengingat pengunjung yang sudah menyiapkan bekal justru tidak dapat menikmatinya.

Taman Wisata Alam, Angke Kapuk Mangrove, Pantai Indah Kapuk ini sering sekali dijadikan lokasi untuk foto pre-wedding ataupun buku tahunan sekolah. Sekedar tips untuk pengunjung perempuan ada baiknya tidak menggunakan sepatu hak tinggi, karena medan Taman Wisata Alam, Angke Kapuk Mangrove, Pantai Indah Kapuk yang basah serta jalanannya yang terbuat dari kayu-kayu glondongan yang tersusun tidak rata, sehingga banyak celah-celah kecil yang memungkinkan hak sepatu tersangkut ke dalam celah dan mencederai, keseleo, atau sampai membuat jatuh pengunjung. Lebih baik menggunakan sepatu atau sandal dengan hak datar saja.

pik-7 (Foto: Musholla Al-Hikmah)

Masuk ke dalam Taman Wisata Alam, Angke Kapuk Mangrove, Pantai Indah Kapuk pengunjung disuguhkan musholla Al-Hikmah yang dibangun di atas danau, serta dikelilingi Pohon Bakau membuat musholla Al-Hikmah memiliki suasana yang sejuk, tenang, dan rileksasi. Suasana seperti ini membuat saya betah berlama-lama memandangi musholla Al-Hikmah yang begitu menenangkan jiwa.
Jalan lebih kedalam saya disambut oleh dua ekor kelinci dan satu ekor kera di dalam kerangkeng, tak berapa lama muncul seekor biawak dengan ukuran tidak begitu besar dan berlari menuju air setelah saya mencoba menangkap fotonya. Jangan heran jika kita melihat biawak-biawak di Taman Wisata Alam, Angke Kapuk Mangrove, Pantai Indah Kapuk berseliweran. Karena memang rawa seperti ini sangat cocok menjadi habitat hewan sejenis biawak.

pik-8(Foto :Salah satu pemandangan di Hutan Mangrove)

Dulunya kawasan Hutan Mangrove ini merupakan hutan bakau, karena tidak terurus banyak pihak tak bertanggung jawab menebang atau menambak pohon bakau sembarang. Pada tahun 2010 pemerintah kota meresmikan Taman Wisata Alam, Angke Kapuk Mangrove, Pantai Indah Kapuk yang sekarang menjadi tempat observasi biawak, ikan-ikan air laut, burung-burung, penangkal abrasi, penyeimbang ekosistem alam, serta tempat wisata umum.

pik-9 (Foto bersama teman-teman SMA)

Saya melanjutkan berkeliling dan sampai dipembibitan Pohon Bakau. Pengunjung yang ingin mencoba menanam Pohon Bakau dikenakan tarif Rp. 150.000,-/pohon. Jika pengunjung ingin kembali lagi dan melihat Pohon Bakau yang telah ditanam cukup mengeluarkan kocek Rp. 500.000,-/pohon untuk menambahkan papan nama di Pohon Bakau yang kita tanam. Tak perlu khawatir salah menanam Pohon Bakau pasalnya pihak Taman Wisata Alam, Angke Kapuk Mangrove, Pantai Indah Kapuk menyediakan trainee yang akan memandu kita menanam Pohon Bakau.

Puas melihat pembibitan Pohon Bakau/Mangrove saya menuju jembatan kayu yang cukup terik saat itu, maklum daerah yang tidak tertutup pohon memang akan terasa panas menyengat. Selain menanam pohon Bakau tempat ini juga memfasilitasi penyewaan kapal atau perahu dengan tarif beraneka ragam. Perahu untuk 6 orang dipatok harga Rp. 250.000,-/satu kali mengelilingi danau sedangkan perahu untuk 8 orang disewa Rp. 350.000,-/satu kali mengelilingi danau, atau pilihan lainnya seperti saya lebih memilih menyewa Kano Rp. 100.000,-/jam.

pik-10 (Foto:Danau tempat wisatawan menyewa perahu atau kano)

Awalnya tersasa sensasi menegangkan saat kano mulai menjauh dari tepian. Kano yang berisi 4 orang di dalamnya dikayuh sendiri, atau jika kita merasa takut bisa juga meminta bantuan penjaga untuk mengayuhinya. Menaiki Kano harus menjaga keseimbangan , salah-salah atau terlalu banyak gerakan Kano bisa saja terbalik.

Lelah dan lapar mulai menggerayangi saya dan teman-teman, kami pun bergegas menuju kantin yang letaknya di dekat pintu masuk. Saya fikir akan ada banyak makanan yang tersaji atau banyaknya pilihan menu di Kantin.

Ternyata tidak, hanya ada mie rebus yang tersedia, tidak ada pilihan yang lain. Harganyapun lumayan mahal 1 porsinya seharga Rp. 10.000,- hanya mie saja, dan air mineral dijual sekitar Rp. 5.000,-. Mungkin pihak pengelola harus lebih memperhatikan variasi makanan atau penambahana menu di Kantin Taman Wisata Alam, Angke Kapuk Mangrove, Pantai Indah Kapuk mengingat pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar area.

Makan sudah, berjalan-jalan sudah saatnya untuk menunaikan sholat Ashar. Saya kembali ke Musholla Al-Hikmah dan baru pertama kalinya masuk serta menginjakkan kaki ke dalam. Mushollahnya sangat luas, tempat wudhunya pun demikian. Interior tempat wudhu sangat unik, dihiasi batu-batu alam untuk pijakan dan tembok yang terbuat dari kayu, sangat minimalis.

pik-12

(Foto:Pemandangan dari belakang Musholla Al-Hikmah)

Pemandangan di area Musholla juga luar biasa menakjubkan, terlihat hamparan danau yang sangat luas mengelilingi Musholla dengan pohon-pohon bakau yang rindang, sungguh menyejukkan hati. Bahkan saya melihat banyak pesawat terbang di atas Musholla. Hal itu dikarenakan Taman Wisata Alam, Angke Kapuk Mangrove, Pantai Indah Kapuk yang memiliki lahan seluar 99,82 hektar dengan 40% lahannya ditanami vegetasi utama yakni Pohon Mangrove dibangun dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Selain lokasinya yang menurut saya cukup strategis pengunjung pun memiliki banyak pilihan untuk menuju Taman Wisata Alam, Angke Kapuk Mangrove, Pantai Indah Kapuk . Jika menggunakan kendaraan umum seperti busway pembaca bisa mengikuti rute yang sudah saya jabarkan diawal cerita. Atau bisa juga naik angkot merah B01 menuju perempatan Muara Karang lanjut lagi naik angkot berwana merah U11 dan turun di depan Sekolah Buddha Tzu Chi.

Bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi bisa lewat dari tol Pluit keluar Muara Karang masuk Ke Pantai Indah Kapuk, Sekolah Buddha Tzu Chi, lewati Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, Waterboom Water Park Golf and Garden House.

Atau alternatif lainnya lewat Tol Bandara Soekarno-Hatta keluar tol kearah Kapuk Muara, Sekolah Buddha Tzu Chi, lewati Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, Waterboom Water Park Golf and Garden House. Terakhir bisa juga lewat pintu tol Jorr keluar Kamal ke Jalan Kamal Raya, masuk PIK Sekolah Buddha Tzu Chi, lewati Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, Waterboom Water Park Golf and Garden House. Tarif parkir untuk motor sebesar Rp. 5.000,- mobil Rp. 10.000,- dan Bus sebesar Rp. 50.000,-.

Cukup mudah bukan menuju Taman Wisata Alam, Angke Kapuk Mangrove, Pantai Indah Kapuk yang buka setiap pukul 08.00 sampai 21.00 ini juga sudah dilengkapi penginapan. Harganya pun berfariatif mulai dari Rp. 300.000,- sampai Rp. 6.000.000,- tergantung kebutuhan pengunjung. Penginapan rumah tenda (camping ground) di atas tanah dibandrol Rp. 300.000,-/malam, kamar mandi luar, maksimal 2 orang pengunjung. Penginapan rumah tenda di atas air tanpa AC Rp. 450.000,-/malam dengan kamar mandi luar, maksimal 2 orang. Penginapan rumah tenda di atas air dengan AC Rp. 600.000,-/malam dengan kamar mandi di luar, maksimal 2 orang.

Namun untuk harga villa bermacam-macam antara Rp. 1.300.000,-/malam sampai yang termahal Rp. 6.000.000,-/malam. Nama penginapannya pun diambil dari nama Pohon Bakau seperti Avicenna dan Rhizophora.

Waktu mulai menunjukkan pukul 16.25 sudah mulai petang, selesai menunaikan ibadah sholat Ashar saya menuju tempat paling indah jika kita lihat saat matahari mulai menyongsong ke araf ufuk Barat. Menara tinggi menjulang untuk wisatawan melihat langit sore serta pemandangan Hutan Mangrove dari sisi yang berbeda.

Dari atas menara terlihat begitu indah Hutan Mangrove dengan hamparan pohon bakau Achantus Ebracteatus -sejenis mangrover kecil dengan daun bergerigi dan ujung meruncing, mahkota bunga berwarna biru muda hingga ke ungu-unguan-, Rhizopa Mucronata -sejenis mangrove dengan akar tunjang yang besar dan berkayu, mendominasi Hutan Mangrove PIK ini-, Avicenna, serta masih banyak lagi. Ditambah dengan kawanan burung belibis terbang bebas melintasi awan.

Senang sekali perjalanan saya ke Hutan Mangrove dengan teman-teman SMA dulu, catatan lagi untuk pengelola dan pengunjung yang sudah pernah ke Taman Wisata Alam, Angke Kapuk Mangrove, Pantai Indah Kapuk mohon lebih memperhatikan kebersihan. Sudah banyak sampah-sampah plastik yang mengotori keindahan Hutan Mangrove, sangat disayangkan bukan tempat semenarik ini harus tercemar oleh sampah?

Begitulah kisah perjalanan saya ke Taman Wisata Alam, Angke Kapuk Mangrove, Pantai Indah Kapuk, saya pasti akan kembali lagi ke sana. Entah kapan namun saya selalu mengenang tempat asri ini.

(oleh : Riska Mayawati Herlina)

Rute Menuju Mangrove PIK

 

Processed with VSCO

Untuk para warga Jakarta yang ingin berencana berwisata alam tidak perlu jauh – jauh keluar kota, karena di Jakarta sendiri terdapat wisata alam yaitu Hutan Mangrove PIK. Bukan hanya untuk warga Jakarta bagi anda yang tertarik untuk datang dari luar kota Jakarta bisa ikut menikmati panorama kawasan Hutan Mangrove.

Letaknya pun tidak terlalu jauh dari pusat kota Jakarta, tepatnya di Jalan Pantai Indah Utara – Kawasan Ekowisata Mangrove Penjaringan, Jakarta Utara.

pik-4

Untuk menuju kawasan hutan mangrove ini bagi anda yang tidak mengendarai kendaraan pribadi, anda bisa naik Public Transportation Bus AKTB (untuk sarana transportasi yg lebih cepat dan murah ) atau Naik Bis Biru Kopami Jaya lalu turun di Depan sekolah Penabur, lalu naik Angkot berwarna merah.

Untuk harga tiket masuknya sendiri sebesar Rp. 30.000,- per orang bagi Warga Negara Indonesia dan Rp. 300.000,- per orang bagi Warga Negara Asing.Hutan Mangrove sendiri menyediakan beberapa fasilitas seperti, anda Bisa menaiki perahu dayung dan bermain sepeda air untuk menikmati pemandangan sekitar hutan mangrove Pantai Indah Kapuk.

Anda Juga Bisa menanam Pohon Bakau (Mangrove) anda sendiri dan disertai nama anda. Terdapat Pula Villa atau Camp bila anda berencana untuk menginap yang fasilitasnya bisa dikatakan untuk saat ini cukup memadahi.

Terdapat pula Mushola dan Kantin makanan ringan. Perlu diingat harga tiket masuk belum termasuk harga sewa perahu, sewa sepeda air, Short Course Penanaman Pohon Bakau (Mangrove), sewa penginapan, dan biaya makan di kantin.

Tidak lupa juga bila anda ingin membawa kamera selain kamera Mobile Phone anda dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 1.000.000,- per kamera seperti yang telah diulas di atas.

pik-3

Bagi anda yang penat dengan hiruk pikuk perkotaan, tugas kuliah ataupun lainnya anda bisa berlibur ke Hutan Mangrove. Terkadang anda akan melihat beberapa monyet liar tropis dan Biawak air. Kawasan ini memiliki luas sekitar 99 hektar yang 40% lahannya dimanfaatkan sebagai hutan mangrove dan selain menjadi ikon wisata unik tersendiri di wilayah kota Jakarta hutan mangrove ini sendiri sebenarnya bertujuan untuk menahan abrasi dari ombak laut.

Nah, jangan lupa untuk menyiapkan beberapa keperluan pribadi dan pakailah outfit yang nyaman dan mempermudah anda selama berada di sana seperti menggunakan sepatu keds atau sport shoes dikarenakan tanah yang becek dan licin apabila terjadi hujan.
(Liputan oleh : Mohamad Agus Salim )

 

“Indahnya Hutan Mangrove PIK”

k1
Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK) kini menjadi kawasan wisata yang indah dan adem untuk kawasan daerah di Jakarta Barat, cengkareng. kamu pasti nggak akan menyangka ya travelers kalau ternyata jakarta punya hutan. tapi bukan sembarangan hutan karena hutan yang satu ini begitu nyaman di kunjungi, asri dan menawarkan suasana alami karena ada banyak pohon bakau.

k2

Lokasi Hutan Mangrove PIK terletak di jalan Pantai Indah Utara 1 Penjaringan Jakarta Utara dan bisa di jangkau dari berbagai arah. kamu juga bisa naik kendaraan pribadi dan alat transportasi umum. kalau kebetulan naik mobil sendiri, kamu bisa ikuti rute : dari tol Soekarno-Hatta – keluar tol menuju Pantai Indah Kapuk – jalan terus hingga perempatan Grand Cengkareng – belok kanan – permpatan – belok kanan – lokasi ekowisata Jalan Pantai Indah Utara 1 Penjaringn di kanan jalan (20 meter). kalau kebetulan naik alat transportasi umum, kamu bisa ambil rute : Busway koridor 9 – shelter Grogol – angkot merah B01 – Perempatan Muara akrang – naik angkot berwarna merah U11 – Ekowisata Mangrove Tol Sedyatmo .

k3

Hutan Mangrove PIK atau TWA (Taman Wisat Alam) Angke Kapuk memang jadi pilihan tepat buat santai dan menikmati angin sepoi sepoi di tengah hutan mangrove dengan suasana begitu rapih dan modern. kawasan ini mempunyai luas sekitar 99 hektar dimna 40 persen lahan yang ada di manfaatkan untuk hutan mangrove.

Di hutan mangrove ini ada bnyak kegiatan yang bisa dilakukan seperti fotografi dengan nuansa alam yg indah, tapi kamu tidak akan leluasa karena di Hutan Mangrove PIK ada larangan yang harus di patuhi oleh semua pengunjung yang datang.

k5

Jadi jangan shock kalau di suruh membayar denda Rp.1000.000 karena membawa kamera DSLR atau kamera digital. tapi tenang saja, kamu bisa foto-foto menggunakan hp dan tongsis.

Karena ternyata denda juga engga pengaruh, masak sih beda jauh antara kualitas gambar DSLR dan smartphone camera ? , beti- lah alias beda tipis.

Buktinya semua gambar liputan Hutan Mangrove PIK ini semuanya memakai kamera smartphone, sama kan dengan DSLR  yang didenda di Wisata Mangrove PIK ini  🙂

k4
Selain fotografi, kamu bisa coba spot perairan, di tempat ini kamu bisa naik perahu untuk mengarungu perairan di sekitar Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk. Tapi untuk menikmati itu semua kamu bisa membayar sebesar Rp.250.000 untuk 6 orang , sekaligus kamu bisa melihat indahnya sunset di Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk.

(Liputan oleh : khani faturrohmah)

Tinggalkan Balasan