Danau Situ Wanayasa yang terletak di tepi jalan Wanayasa kecamatan Wanayasa Purwakarta ini sering kali dilewati sebagai jalur alternatif Purwakarta menuju Bandung. Danau Situ Wanayasa ini adalah salah satu tempat yang sering dikunjungin oleh banyak wisatawan yang melewati jalur tersebut

Rute dari Jakarta Timur  untuk perjalanan menuju ke Situ Danau Wanayasa saya masuk dari Tol Pondok Gede lalu Tol Cikarang menuju Purwakarta dan keluar di Pintu Tol Sadang.

Kemudian dari Sadang menuju arah kota Purwakarta setelah itu melewati jalur alternatif Bandung sekitar 1 jam.

Danau Situ Wanayasa ini memiliki sebuah pulau di tengah nya, pulau tersebut merupakan makam R.A.A. Suriawinata. Siapa R.A.A Suriawinata ?

Sejarahnya, mulai masa awal pembentukan Kabupaten Purwakarta, mulai dari Kabupaten Karawang.

Pada catatan sejarah, tahun 1820 Kabupaten Karawang dihidupkan kembali dengan wilayah yang meliputi daerah sebelah Timur Kali Citarum dan Cibeet serta sebelah Barat Kali Cipunagara kecuali Onderdistrct Gandasoli (sekarang Kecamatan Plered) yang pada waktu itu masuk kabupaten Bandung, sebagai Bupati pertama setelah Kabupaten Karawang dihidupkan kembali diangkat R. A. A. Suriawinata dari Bogor, yang kemudian memilih Wanayasa sebagai Ibukota Kabupaten.

Setelah R.A.A. Suriawinata wafat (dimakamkan di daratan di tengah situ Wanayasa). Maka jika pembaca berkunjung ke Danau Situ Wanayasa, maka pembaca bisa mengingat kembali sejarah Purwakarta, karena di tengah danau ini terdapat makam R.A.A. Suriawinata.

R.A.A. Suriawinata kemudian digantikan oleh adiknya yakni R.A. Surianata yang dikenal masyarakat sebagai Dalem Santri (1821-1828). Pengganti berikutnya adalah R.A. Suriawinata (R.H. Moh. Syirod) atau Dalem Solawat yang memerintah pada tahun 1829-1849.

Pada masa pemerintahan adik R.A.A. Suriawinata yakni R.A. Surianata,  Ibukota Kabupaten Karawang dipindahkan dari Wanayasa ke Sindangkasih, yang kemudian diberi nama Purwakarta yang berarti purwa = Permulaan Karta = aman dan sentosa. Jadi nama Purwakarta baru ada dan baru dikenal pada saat Pemerintahan R.A. Suriawinata.

Kejadian ini kemudian dikukuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Purwakarta sebagai Hari jadi Purwakarta, yang tepatnya tanggal 23 Agustus 1830 M. Pada masa Pemerintahan R.A. Suriawinata inilah Kota Purwakarta mulai dibangun, antara lain pembuatan saluran besar (Solokan Gede) dari Parakansalam ke Kota Purwakarta, perataan lahan kota yang pada saat itu banyak berupa lembah-lembah dan rawa-rawa diantaranya yang sekarang menjadi “Situ Buleud.

Danau Wanayasa ini memiliki  luas 7 Ha dan berada pada ketinggian 600 mdpl, dengan udara yang sangat sejuk.

Untuk bisa menikmati atau sekedar bersantai di danau ini kita tidak dikenakan biaya untuk masuk. Seringnya pengunjung yang datang ke sini sekedar untuk menikmati pemandangan memancing dan jogging di pagi hari

Untuk fasilitas di tempat ini saya tidak menemukan toilet atau pun tempat parkir untuk kendaraan roda 4 seperti mobil untuk parkir, dan juga toko souvenir.

Namun untuk tempat kuliner atau makanan khas disekitar danau wanayasa, kita dapat dengan mudah menemukan berbagai makan khas Purwakarta. Salah satunya adalah Sate Maranggi .

sate maranggi

Sekian dulu mengenai danau Wanayasa yang telah saya kunjungi.

Untuk para pembaca yang suka bersantai dan menikmati pemandangan yang bagus dan sejuk, maka di danau Wanayasa ini cocok untuk liburan yang santai, terutama sambil menikmati Sate Maranggi yang enak sekali 🙂

(Liputan oleh : Ardiyanto)

Tinggalkan Balasan