Puteriputeri – Jakarta, Cinta luar biasa senantiasa dirindukan setiap manusia, dan cinta luar biasa dari laki-laki, itulah yang senantiasa dirindukan oleh setiap wanita.
 
Apa yang menjadi ukuran seorang menjadi biasa atau luar biasa? Kapan seorang dianggap luar biasa? Apakah materi berlimpah adalah ukuran seseorang menjadi luar biasa? Atau karir dan pekerjaan adalah ukuran seseorang menjadi luar biasa? Apakah semua diukur dari apa yang terlihat sekarang? Lalu dimana tempatnya cinta dan kasih sayang? Bagaimana pula kita menghargai wawasan, kecerdasan, visi masa depan dan harapan?
 
Cinta Laki-Laki Biasa mengajak siapa saja memaknai kebahagiaan hakiki, sebagaimana yang dilakukan oleh Nania (Velove Vexia). Cita-cita menjadi arsitek telah tercapai. Hanya satu kekurangan, ia belum memiliki pendamping hidup.
 
Pertemuan dengan Rafli (Deva Mahenra) mengantarkan Nania pada pemahaman lain tentang hidup, cinta dan kebahagiaan. Jauh dari yang selama ini ditanamkan papa dan mama Nania.
 
Cinta tumbuh meski awalnya tidak disadari. Namun perpisahan dengan Rafli yang sempat terjadi, membuat kelopak mata Nania terbuka. Untuk pertama kali dia memahami arti ketulusan, kebahagiaan dengan memberi, dan cinta begitu indah yang tidak bisa diukur dengan materi.
 
Rasa berbeda yang tidak ditemukannya pada sosok Tyo (Nino Fernandez), dokter tampan yang semula ingin dijodohkan dengan Nania. Hidup gadis cantik itu perlahan memiliki arti kedamaian, yang tidak pernah ditemukan dalam kehidupan bersama keluarganya selama ini.
 
Pertemuan keduanya berlanjut dengan momen ta’aruf. Pernikahan Nania dan Rafli tetap berlangsung meski berbagai pihak mencoba mencegah. Seiring berjalannya waktu, Nania dan Rafli terus bahu membahu berjuang mempertahankan kabahagiaan mereka.
 
Rongrongan dari keluarga Nania yang terus merendahkan Rafli tak berhenti, bahkan meski pernikahannya telah menghadirkan sepasang buah hati. Sekuat tenaga Nania terus berupaya meyakinkan keluarga bahwa walau dalam kesederhanaan, ia bahagia dengan cinta yang ditawarkan si laki-laki biasa.
 
Namun sebuah tragedi yang terjadi, mengancam bangunan indah yang selama ini dibangun Rafli dan Nania. Kali ini Rafli harus berjuang sendiri mengembalikan sakinah dalam keluarga, demi anak-anak mereka.
 
“Cinta Laki-Laki Biasa” tidak hanya berkisah soal cinta kasih sepasang suami istri, tetapi juga menyoal perjuangan cinta luar biasa, yang selama ini menjadi impian setiap gadis. Kisah Nania dan Rafli adalah potret kehidupan pasangan muda yang tidak mulus, karena restu orang tua, apalagi kehadiran orang ketiga yang berpotensi menjauhkan keduanya. Namun, ketegaran hati dari kehidupan adalah hal berharga yang menjadikan film ini penting untuk ditonton.
 
“Banyak film yang sudah saya lalui proses produksinya. Tetapi tdak banyak yang membekas di hati, khususnya memberi nikmat kebahagiaan berkarya. Pada saat karya fenomenal Asma Nadia ini kita diskusikan agar jadi film yang luar biasa, bareng mas Guntur sebagai sutradara, mbak Asma sebagai penulis cerita dan mas Alim sebagai penulis scenario, saya sungguh excited. Pendekatan ‘karakter biasa’ sangat dekat dengan siapa saja di antara kita, tetapi menjelma jadi karakter pria yang dirindukan setiap wanita. Diskusi ini tanpa terasa membuat kita saling curhat, karena banyaknya hal-hal yang membuat kita tambah jatuh cinta atas Cinta Laki-Laki Biasa ini,” kata Produser Film Cinta Laki-Laki Biasa, Chand Parwez Servia.
 
“Setelah proses panjang penulisan scenario yang seru dan menyenangkan, kita masuk ke proses pencarian pemain yang menantang. Pilihan Muhammad Rafli Imani (Deva Mahenra) dan Nania Dinda Wirawan (Velove Vexia), benar-benar jalan Allah SWT, mereka sungguh luar biasa. Kemudian, Tyo Handoko (Nino Fernandez) yang ada diantara Rafli dan Nania, begitu nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ditambah ‘perbedaan’ yang dibuat oleh pola manusia khususnya keluarga Nania yang sophisticated, dan ibunya Nania (Ira Wibowo istri dari Cok Simbara) yang ingin berbesanan dengan ibu Titi (Donna Harun), karena mantu-mantunya semua istimewa. Putri pertama, Ranti Wirawan (Dewi Rezer) bersuamikan Teguh Trimurti (Agus Kuncoro), seorang politikus sukses. Putri kedua, Ina Wirawan (Fanny Fabriana) bersuamikan Donny Andara (Uli Herdinansyah), seorang pengusaha muda yang sukses. Putri ketiga, Wiwid Wirawan (Donita) bersuamikan Anwar Iskandarsyah (Adi Nugroho), seorang psikolog terkenal dan dosen di beberapa perguruan tinggi. Maka Tyo sebagai dokter ahli yang segera jadi spesialis saraf dan otak di Jerman, putra dari ibu Titi, adalah pilihan sepadan buat Nania. Sementara Rafli yang dipilih Nania, adalah putra tunggal dari Nani Sutinah (Dewi Yull), hanyalah laki-laki biasa, seorang mandor yang bersahabat dengan tukang-tukang di proyek bangunan rumah sederhana, seperti Tolle Syukur (Muhdkly Acho) yang kemudian ta’aruf dan menikahi Ida Zaitun (Mellya Baskarani),” jelas Chand Parwes
 
“Cinta Laki-Laki Biasa adalah film yang akan membawa kita, karena sesuatu yang biasa, bisa menjadi luar biasa, ketika kita mencintai karena Allah. Pencapaian dakwahnya berasa universal dan menyegarkan, sekaligus mengharu biru. Saya pribadi sangat puas dengan hasil yang dicapai karya ini,” tambahnya.
 
Sebagaimana biasanya kita membutuhkan soundtrack yang representative dengan cerita, sehingga secara khusus dibuatlah lagu berjudul “Cinta Sejatiku” yang diciptakan oleh Rafika Saleh, dengan aransemen Andhika Triyadi, dan dinyanyikan oleh Deva Mahenra, agar lebih personal sebagai pemeran Rafli. Musik yang dikerjakan oleh Andhika Triyadi juga melibatan live strings dalam orchestra yang membawa kita dalam harmoni cinta luar biasa yang menggetarkan emosi.
 
Bersiaplah untuk keharuan yang merefleksikan kehidupan keseharian dalam Cinta Laki-Laki Biasa. Mulai 1 Desember 2016 di bioskop –bioskop kesayangan anda. Tontonlah bersama orang-orang tercinta, pasangan, anak-anak, orang tua, dan sahabat kita. (Puteriputeri – Lrd Viga-801/Riri).

Tinggalkan Balasan