Simak Cerita Mistis di Pantai Sawarna, Banten


Hallo pemirsa puteriputeri.com, nama saya Siti Komariah biasa dipanggil “Ria”, saya ingin menceritakan pengalaman saya waktu jalan-jalan ke Pantai Sawarna, Sukabumi bersama sahabat saya Devi, beberapa waktu ini.

Pantai Tanjung Layar Sawarna, merupakan pantai dengan pemandangan yang indah, jika dilihat dari kejauhan, bentuk batu karang yang tinggi menjulang di pantai ini seperti dua buah layar perahu yang membentang siap mengarungi samudera.

Dua buah batu menara karang kembar ini sama-sama menghadap ke arah Selatan dan Barat, layaknya orang memandang lautan dan Matahari yang tenggelam di ufuk Barat.

Pantai Tanjung Layar juga diceritakan dalam Babad Sunda dan legenda dongeng pesisir selatan, menurut dongeng dan cerita para terdahulu sesepuh banten pakidulan atau banten selatan, pada jaman dahulu kala, Karang Dua ini adalah jelmaan dari dua buah kekuatan yang akan dijadikan layarnya perahu atau kapal Sang Sangkuriang untuk berlayar mengarungi samudera Selatan setelah melangsungkan pernikahannya dengan Dayang Sumbi atau ibunya sendiri,

Namun Yang Maha Kuasa tidak mengabulkan dan mengijinkan kehendak Sangkuriang.

Sangkuriang yang gagal berlayar kemudian membongkar semua peralatan perahu termasuk layarnya.

Konon menurut cerita perahu itupun ditendang ke sebelah bagian Utara dan berubahlah menjadi Gunung Tangkuban Parahu.

Nah kalau layar-layar yang besar di lempar kebagian Selatan dan berubahlah menjadi karang yang kokoh dan tegar dipantai ini, tepatnya di wilayah provinsi Banten, tepatnya desa Sawarna, kecamatan Bayah.

Jelas ini cuma dongeng hikayat semata.

Keindahan Pantai Sawarna

Kenapa bisa disebut pantai Sawarna ??

Dari yang saya dengar dari cerita masyarakat, dulu ada yang bernama Bapak Swarna ia adalah seorang kepala penduduk yang hidup sekitar tahun 1900-an tahun yang lalu, Kemudian setelah ia meninggal pantai tersebut diberi nama menjadi ‘SAWARNA’ karena untuk memahami bahwa penduduk sekitar pantai merupakan satu suku Sunda, yang berarti satu warna.

Keanehan selanjutnya adalah jika ada orang yang hanyut di pantai Sawarna, maka kebanyakan akan tenggelam, karena mungkin ada arus bawah yang kuat.

Biasanya korban tenggelam akan ditemukan atau keluar dari dalam laut sebelum tiga hari menghilang, barulah mayat akan ditemukan dalam keadaan mengambang dan membusuk biru, ini yang sudah-sudah pernah terjadi di sini.

Terdengar cukup berbahaya jika kita mencoba berenang ke tengah semenanjung Sawarna ini ya… saya pun jadi merinding dan jadi sedikit waspada dengan ombak di pantai tersebut.

Untungnya saya tidak berselfia ria di tengah laut hihi 🙂
Ini salah satu foto saya bersama Devi.

Tidak salah lagi kan.. pantai Sawarna memang benar-benar sangat indah dan anggap aja ini Bali kedua hehehe kalau kalian penasaran dengan keindahan pantai Sawarna, kalian bisa datang kapanpun kalian mau tapi ingat tetap harus hati-hati karna bila kita ingin sesuatu yang indah dan memuaskan, kita juga harus melakukan perjalanan liku-liku yang tidak mudah ditempuh. Banyak kejadian yang aneh di setiap perjalanan.

Ini Goa Lalay, Goa Lalay adalah gua tempat sarang ribuan kelelawar.

Goa ini berada disekitar pematang sawah di kawasan wisata pantai Sawarna.

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat desa, sebelum Sawarna dan Goa Lalay ramai dikunjungi orang, goa itu ada ‘penghuninya’.

Ceritanya di dalam Goa Lalay itu ada lindung atau belut sebesar tumbukan padi, tapi gak pernah ganggu orang.

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat desa, lindung atau belut mistis itu biasanya keluar pada saat menjelang malam hari.

Namun, tak seluruh tubuhnya keluar dari goa. Sebab, hanya kepalanya saja yang muncul.

Goa Lalay itu sendiri artinya goa kelelawar, karena di dalamnya banyak kelelawar. Kedalamannya sampai 2 km, untung pengunjung jarak aman 400 m. Makin ke dalam makin indah.

Para wisatawan yang datang bisa menggunakan jasa penunjuk arah atau guide.

Sebab, goa itu sangat dalam dan dikhawatirkan wisatawan akan kesulitan.

Kedalamannya sekitar 2 km. Di dalam ada danau kecil, airnya sejuk. Wisatawan yang ke goa biasanya di perjalanan pengap tapi kalau sudah di ujung sejuk, musim kemarau atau hujan, airnya tetap ada,

Meski ada cerita mistisnya, tak ada pantangan tertentu bagi wisatawan di Pantai Sawarna. Meski Sawarna masih masuk dalam kawasan Pantai Selatan, namun larangan menggunakan pakaian hijau tak berlaku di sini.

Kalau di sini memang harus hati-hati  kalau berenang. Takutnya gak tahu terus berenang ke tengah ternyata dalam kan bisa tenggelam.
Kesimpulannya adalah  setiap pantai memang cukup berbahaya kalau dipakai berenang hingga ke tengah, kecuali memang sudah berlatih secara profesional.

Sekian cerita dari saya, Semoga bermanfaat, Terimakasih.

(Liputan oleh : Ria)

Tinggalkan Balasan