Dalam pengertian bahasa, susuk berarti barang yang di-susukkan atau dimasukkan ke dalam tubuh. Pakai susuk berarti memasukkan benda-benda asing ke dalam tubuh untuk sarana kecantikan secara supranatural

Susuk, termasuk susuk kecantikan biasanya berupa jarum susuk kecil, atau pesona yang menggunakan sarana susuk berupa jarum yang terbuat dari emas atau logam mulia lainnya, yang dimasukkan ke dalam jaringan lunak tubuh terutama lapisan kulit  sebagai semacam jimat. Jadi, pakai susuk sama saja pakai jimat.

Susuk memiliki berbagai tujuan, mulai dari estetika sarana kecantikan serta untuk pengobatan non medis.

Praktek ini juga digunakan sebagai perlindungan terhadap cedera dan kecelakaan.

Tapi, karena praktek Susuk telah dimulai sejak berabad-abad lalu, sebagaimana telah marak dikisahkan dalam legenda dan hikayat jaman terdahulu sebelum adanya risalah Agama, maka susuk sebagai sarana kecantikan atau non medis jelas merupakan larangan dalam Agama.

Dengan berkembangnya  teknologi medis modern yaitu radiografi, kehadiran susuk harus disorot, karena mungkin akan  merugikan tubuh pengguna karena adanya benda asing yang tidak diinginkan dalam tubuh.

Susuk biasanya  tertanam disertai mantera magis dan biasanya dilakukan pada waktu tertentu untuk meningkatkan efektivitas susuk.

Hal itu juga mengatakan bahwa susuk yang perlu dihapus sebelum kematian atau orang tersebut akan mengalami kesulitan saat sekarat.

Dengan demikian, susuk biasanya dihapus setelah orang yang bersangkutan menjadi tua atau jatuh sakit.

Menghapus susuk juga perlu keterampilan orang yang berpengetahuan; biasanya orang yang sama yang dimasukkan itu di tempat pertama.

Namun, menghilangkan susuk yang semula untuk kecantikan, akan menyebabkan wajah seseorang untuk kembali ke usia alami dalam waktu enam bulan.

Jadi jelas bahwa memakai susuk, adalah bukan hal yang wajar.

Upaya Cantik dengan menggunakan susuk pada jaman modern ini anehnya masih sering dilakukan orang-orang tertentu.

Pelakunya mungkin sudah tak peduli lagi terhadap ajaran Agama, maka itu dia rela menempuh berbagai cara hanya karena ingin tampil cantik secara lahiriah.

Susuk secara garis besar ada dua jenis :

1. Susuk yang dimasukkan di bawah lapisan kulit dan akan terlihat dengan menggunakan sinar X-ray atau rontgen. Dimana memasukkan susuk hingga tepat dibawah kulit juga menggunakan cara supranatural atau magis, sehingga susuk itu tak bergeser di awah kulit ari, bahan susuk ini biasanya emas atau berlian.

Hal ini  kalau kita pikir lagi, juga cukup aneh, karena mengapa logam emas dan batu mulia berlian justru disembunyikan di bawah kulit penggunanya ?

Bukankah akan lebih nampak aura kecantikannya ketika emas dan berlian itu dipakai pada kulit sebagai perhiasan, misal kalung, gelang dan anting bertatahkan berlian ?

Mengapa harus disusukkan di bawah kulit ?

Adalah tak masuk akal adalah adanya batu berlian yang disusukkan justru di bawah kulit, padahal keindahan batu berlian ini justru akan indah ketika dipakai di atas kulit. Bukankah demikian?

Aneh bukan, sebuah cara kecantikan yang tak masuk akal.

2. Susuk larut, susuk larut biasanya tidak akan terdekteksi dengan sinar x-ray atau rontgen, karena benda yang dimasukkan ke dalam tubuh secara supranatural akan larut secara tak terlihat secara natural. Pakai susuk yang dilarutkan, tak jarang memakai benda yang ekstrim semisal, kemilau sayap serangga, atau bahkan logam yang tergolong tak lazim.

Caranya masih sama menggunakan sarana magis atau mistik supranatural.

Hal ini juga sangat aneh, karena berarti ada beberapa hal pokok natural yang telah dilanggar, antara lain adalah pakai susuk berarti menambahkan unsur-unsur supranatural yang biasanya akan semakin menjauhkan diri seseorang pemakai susuk supranatural ini dari sifat naturalnya.

Hal ini akan merugikan pemilik susuk, karena dia telah merusak tatanan natural dalam dirinya. Maka cepat atau lambat akan menimbulkan kerusakan secara pasti pada dirinya sendiri bagi sang pemakai susuk ini.

Maka itu untuk cantik sebaiknya pakai sarana yang natural dan aman saja, karena memang lebih aman dan nyaman.

(imung)

Baca Juga:

Cinta karena Dipelet ?

 

Tinggalkan Balasan