Wanita yang gigih dalam berjuang mengembangkan diri dan usahanya ini bernama Irma Choirunnisa (35), seorang wanita yang sangat gigih dalam memulai usaha dan mengembangkan Kripik Singkong Jadul hingga sekarang usahanya dikenal luas di daerahnya.

Tak lama berselang di daerah Rusun Karang Anyar Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat, penulis mengunjungi rumah Ibu Irma dan Pak Saaiin Hadi untuk wawancara mengenai Usaha Kripik Jadul atau biasa pula disebut Kripik Singkong Jadul yang diproduksi mereka.

Berawal dari keinginan untuk maju dan membantu suami yang bekerja sebagai loper koran harian. Ibu dari dua orang anak ini mencoba mencari jalan keluar dalam himpitan keuangan rumah tangga, dengan mengamalkan Sholawat Wahidiyah “Yaa Sayyidi Yaa Rosullah” yang diberikan oleh Bapak Samsudin (Ayah kandungnya), Irma memohon kepada Allah SWT agar segera di beri ilham mengenai usaha yang cocok dijalaninya.

Setelah lebaran tahun 2010, Irma mengunjungi rumah tetangganya yaitu Ibu Ikah. Pada saat itu Ibu Ikah sedang membuat Kripik Jadul yang digoreng biasa dan di beri bumbu, seketika dalam pemikiran Irma ingin membuat kripik tersebut dan di jual di warungnya sendiri.

“Saya menilai belum ada orang yang menjual Kripik Jadul atau Kripik Singkong yang sering dikenal sebagai Kripik Singkong Jadul ini, makanya saya coba mau jualan kripik jadul itu. Semoga aja ini jalan keluar yang diberikan oleh Allah kepada saya agar keuangan keluarga bisa naik,” begitu jawaban Irma, ibu dua anak ini ketika ditanya ide pertama yang muncul ketika akan memulai usaha Kripik Jadul-nya.

Tanpa pikir panjang, Irma kemudian memberitahu suaminya mengenai ide usahanya tersebut. Saiin Hadi (37) (suami Ibu Irma) dengan sangat antusias dan penuh semangat mendorong dan mendukung ide istrinya.

Bermodal Awal Selembar Rp 20.000,-

Berawal modal Rp. 20.000 untuk membeli mentega mentah dan minyak goreng di pasar, Irma memulai usahanya. Lalu Irma membuat kripik tersebut, kemudian Irma menjelaskan cara pembuatan Kripik Jadul tersebut.

Adapun langkah-langkahnya :

1. Singkong dikupas kulitnya, setelah itu singkok di cuci sampai bersih
2. Singkong dikukus sampai empuk, lalu tiriskan
3. Setelah dingin, Singkong di potong-potong memanjang dan tipis
4. Singkong dijemur sampai kering
5. Singkong digoreng hingga mengembang dan renyah
6. Singkong yang sudah tiris di beri bumbu-bumbu rahasia dan diaduk merata
7. Kripik yang sudah jadi lalu di bungkus plastik
8. Kripik singkong jadul (jaman dulu) siap di jual

singkong-jadul-3

Keterangan foto : Bentuk Kripik Jadul setelah di goreng dan Kripik Jadul yang siap di pasarkan.

“Udah Mbak, begitu aja kok buatnya. Gampangkan?”sambil tertawa jawab Ibu Irma, -demikian saya memanggilnya-, memberitahu cara pembuatan Kripik Jadul-nya. Kripik Jadul tersebut dijual di warung Ibu Irma.

Tak terduga ternyata Kripik Jadul atau Kripik Singkong buatan Ibu Irma sangat diminati para warga daerahnya. Para tetangga banyak yang pesan untuk keperluan makanan keluarga, ada juga memang untuk dijual lagi, dan ada memang untuk oleh-oleh.

“Suami saya langsung bersyukur, karena keuangan terbantu dari usaha Kripik Jadul itu. Lalu Suami saya dapat pinjaman dari saudara-saudaranya untuk mengembangkan usaha Kripik Jadulnya. Ya sudah, kita bareng-bareng goreng kripik. Saya dan suami ambil singkong metahnya ke daerah Citayam, biasanya seminggu bisa 100 kg Singkong yang sudah siap di goreng. Saya beli ke Citayam karena Singkong daerah Citayam itu bagus, namanya Singkong Mentega. Kalau di goreng warnaanya bagus terus juga renyah banget Mba. Alhamdulillah saya dan suami kerjasama, saya yang goreng dan suami yang memasarkan ke warung-warung,” papar Ibu Irma dengan jelas.

Banyak kendala yang dialami Ibu Irma, mulai dari sulit mendapatkan bahan baku, penolakan dari warung, tapi seluruh kesulitan dapat terselesaikan dengan syarat kita tidak putus asa.

Pernah Ibu Irma menjalani usaha ini sendiri karena pada beberapa waktu lalu, sang suami mengalami kecelakaan dan kakinya patah.

singkong-jadul-6

Keterangan : Foto Ibu Irma dan Pak Saaiin

Karena tak mau usahaa kripik singkong yang baru dirintisnya terhenti, maka Ibu Irma mulai sendiri dari mengambil bahan baku ke Citayam sendirian, menggoreng dan meracik sendiri, serta memasarkan kripik ke warung juga sendiri.

singkong-jadul-2

Keterangan : Salah satu karyawan Ibu Irma yang namanya Ibu Shovi, yang bekerja menimbang Kripik Jadul dan membungkusnya menggunakan lilin karena sedang mati lampu. Biasanya pakai Siler  (sealer) listrik.

Alhamdulillah dapat dijalani dengan tenang karena Semangat yang kuat dalam menjalani bisnis ini.

Setelah dirinya pulih dari kecelakaan, Pak Saiin mencoba memasukkan Kripik Jadul-nya ke warung-warung yang ada di daerah Jakarta Pusat. Bahkan Mall Mangga Dua, Mall Glodok sudah masuk pangsa pasar Pak Saiin. “

Saya masih punya PR untuk memasarkan Kripik Jadul sampai ke seluruh Indonesia terutama dapat dipasarkan ke Mancanegara. Karena selama ini saya pemasaran hanya ke warung-warung dan buat iklan di media sosial seperti Facebook, BBM, dll. Saya mau usaha ini berkembang lebih pesat, jadi Kripik Jadul ini bisa masuk di supermarket yang ada di Indonesia. Yah itulah kendalanya saya tidak tahu caranya,” ujar Pak Saiin mencoba menjelaskan mengenai cara pemasaran Kripik Jadul-nya.

Hingga kini, Beliau berdua dapat meraup omset Rp. 8.000.000 perbulan dan keuntungan bersih sekitar 30%-50%. Tak disangka Kripik Jadul-nya membuat per-ekonomian keluarganya meningkat.

Sehingga keluarga Ibu Irma bisa mengontrak rumah sendiri yang mana sebelumnya Ibu Irma masih ikut satu rumah dengan Orang Tua Ibu Irma. Hasil usahanya Ibu Irma dapat membeli 2 sepeda motor baru, memondokkan anaknya yang bernama Sayyidah di Tasikmalaya.

Berikut paparan Ibu Irma pada penulis :

“Alhamdulillah Allah menjawab doa-doa saya dan keluarga, saya yakin karena Sholawat Wahidiyah juga yang mempercepat doa itu di Ijabahi Allah SWT.

Sholawat Wahidiyah yang keluarga saya amalkan telah merubah kehidupan keluarga saya.

Alhamdulillah, sampai saat ini saya yakin Sholawat Wahidiyah yang berasal dari Pondok Pesantren Kedunglo yang di pimpim Romo K.H. Abdul Latif Madjid RA (Pengasuh Perjuangan Wahidyah dan Pondok Pesantren Kedunglo Almunadhodhoroh) guru rohani saya dari Kediri Jawa Timur, senantiasa membimbing saya agar dalam menjalankan kehidupan senantiasa diniatkan Lillahi Ta’Alaa, karena ibadah kepada Allah, Billah merasa yang menggerakkan adalah Allah, Lirrosul niat mengikuti Tuntunan Rosulalah SAW, Birrosul merasa kita ada di dunia karena jasa dari Rosullah SAW.

Setiap saya mengalami musibah atau kesulitan, dengan saya mengamalkan Sholawat Wahidiyah tersebut hati saya jadi tenang dan tenteram tidak gelisah walaupun sedang ada masalah. Dan cepat sekali Allah memberikan solusi kepada saya dan keluarga.

Coba Mba Wulan ajak teman-teman untuk mengamalkan Sholawat Wahidiyah itu segala permasalahan pasti dapat solusi,” jelas Ibu Irma mengenai usahanya secara batiniyah dalam menjalankan usaha Kripik Jadul tersebut serta pula mengajak saya dan teman-teman untuk mengamalkan Sholawat Wahidiyah.

untitled

Keterangan : Bahan Baku Singkong Mentega dari Citayam yang siap di goreng

Sekarang ini Ibu Irma sedang kesulitan mendapatkan bahan bahu yaitu Singkong Mentega. Kesulitan itu datang karena Kebon Singkongng daerah Citayam sekarang sudah berkurang, kebon tersebut banyak yang dijadikan proyek perumahan. Jadi Ibu Irma dan suami memutar otak untuk mencari bahan baku dari daerah yang lain, usaha tersbut agar Kripik Jadul-nya dapat terus berjalan dan memberikan lapangan pekerjaan untuk tetangganya.

singkong-jadul-7jpg

Keterangan : Ini adalalah anak ke dua Ibu Irma yaitu Billah yang sedang mempromosikan Kripik Jadul-nya.

Harapan Ibu Irma, agar pemerintah daerah selalu memberikan perhatian kepada pengusaha Mikro. Bagi yang ingin mencoba Kripik Jadul dapat memesan ke Ibu Irma menghubungi nomor 081517588417, dijamin Kripik Jadul yang Renyah, Enak dan Gurih.

(Liputan Oleh : Tri Wulan Nur Marifat)

1 Comment

  1. Pingback: Upaya Tak Kenal Menyerah Pelaku UKM - puteriputeri.com

Tinggalkan Balasan