Salam manis buat para pembaca puteriputeri.com. Memang judul tulisan saya adalah “Berlibur Bersama Ibu” ke  Yogyakarta.

Ini semata-mata agar kita selalu menghormati dan menyayangi orang tua terutama Ibu kita.
Kasih ibu sepanjang jaman, kasih anak sepanjang galah. Ya itulah, memang sepertinya kasih Ibu untuk kita jangan kita remehkan.

Bagi pembaca yang menyimpan rasa kesal terhadap ibunya, setelah baca tulisan ini segeralah minta maaf, karena maaf Ibu adalah akan mendatangkan maaf pula dari Sang Pencipta.

Kisahnya, Saya dan ibu saya pergi ke Kota Yogyakarta hanya berdua, karena saya menemani ibu saya untuk seminar dan sambil berlibur bersama teman–teman ibu saya. Kebetulan adik dan ayah saya tidak bisa ikut, jadilah saya berdua Ibu berangkat ke Yogyakarta.

Hari pertama sekitar jam 21:00 WIB saya berangkat ke stasiun Senen Jakarta diantar oleh ayah saya.
Kami mendapatkan tiket kereta malam dan kami menunggu sampai pukul 22:00 WIB untuk berangkat, jam 22:00 WIB kurang pun kami sudah duduk di dalam gerbong kereta dan pamit kepada ayah saya. Keretapun berangkat menuju Yogyakarta.

Lalu sekitar 7 jam lebih lamanya perjalanan akhirnya kami tiba di Yogyakarta sekitar jam 6:00WIB pagi di stasiun Lempuyangan.


Dari stasiun kami naik becak untuk menuju ke Hotel Arjuna untuk bertemu teman-teman ibu saya.


Hanya beberapa menit becak dikayuh, kami sampai di hotel, dan kami pun langsung check in, mandi dan beristirahat.

Di sore hari kami pun berjalan-jalan sekitar hotel, karena hotel kami dekat dengan Jalan Malioboro, hanya beberapa meter jaraknya, kami pun berbelanja untuk oleh-oleh dan berfoto bersama tidak lupa juga kami ke Tugu Yogyakarta untuk foto-foto.


Jarak hotel ke Jalan Malioboro dan Tugu Yogya hanya dengan jalan kaki saja. Sehabis jalan-jalan, sebelum larut malam kami pun tiba ke hotel untuk istirahat.

Keesokan paginya ibu saya dan teman-temannya seminar di aula hotel saya pun hanya menunggu di dalam kamar saja.

Setelah seminar pada malam hari saya pergi untuk menikmati kuliner di sekitar Malioboro.


Kami ke angkringan untuk menyantap menu burung dara goreng dan kami juga ke Alun-alun Kidul (Alkid) yang letaknya juga berdekatan.


Kami pun naik becak untuk ke sana, sesampinya di Alkid (Alun-alun Kidul) pengunjung yang sangat ramai dan penjual yang banyak menjual jajanan khas Jogja, di sana juga ada penyewaan becak atau mobil-mobil menyala dengan musik yang diputar di dalamnya seharga Rp. 15.000,- kami pun menyewa dan berfoto-foto.
Setelah larut malam pun tiba kami pulang kembali ke hotel.

Hari ke-tiga ini kami pun siap-siap untuk pulang karena jam 12.00 WIB kami checkout hotel.


Sebelum kami pulang kembali ke Jakarta kami pun berkunjung ke Borobudur karena letaknya sangat jauh, jadi kami menyewa mobil yang sudah disewakan dari hotel.


Sekitar satu jam perjalanan di mobil kami sampai.
Banyak peraturan dan tata tertib di Borobudur yang diharuskan memakai kain batik yang disediakan, dan dilitkan di pinggang, tapi setelah keluar dari Borobudur dipastikan mengembalikan kain itu lagi.

Candi Wihara raksasa Borobudur

Di Candi Wihara Raksasa Borobudur ini cuacanya cerah, kami sangat menikmati pemandangannya dan berfoto-foto juga.

Puas di Wihara Ummat Buddha ini, kami pun kembali ke mobil untuk pulang.
Kami diantar kembali ke stasiun Lempuyangan sekitar jam 15:00 WIB sore. Setelah merasakan tujuh jam perjalanan di dalam kereta, maka kami pun sampai kembali di stasiun Senen, dan dijemput oleh ayah saya.
Begitulah pembaca, sepintas memang tampaknya remeh-temeh ya wisata dengan Ibu, namun coba kalau tulisan ini saya baca kembali 20 tahun mendatang, pastinya saya dan mungkin keluarga saya akan terharu mengingat kenangan yang indah ini. Terimakasih buat puteriputeri.com.
(Liputan oleh Lia Mega Putri Rachman)

Tinggalkan Balasan