Jakarta- Ketika redaksi puteriputeri.com sedang naik KRL Commuter Line Jakarta Bogor, pada malam hari Kamis 8 Juni 2017, di dalam gerbong, redaksi bertemu seorang wanita bernama Ibu Mulyanih yang sedang membagikan selebaran yang berisi pengumuman pencarian anaknya yang hilang.

Ibu Mulyanih tampak kasihan sekali, raut wajahnya tak dapat menyembunyikan kesusahannya, karena dirinya sudah 5 (lima) hari belakangan ini resah mencari anak perempuannya yang hilang bernama Sulistiawati atau akrab dipanggil Tia yang masih berumur 13 tahun yang hilang dari rumah.

Anak Ibu Mulyanih bernama Tia ini memang mengidap penyakit autis, dan diketahui kemungkinan berada di antara stasiun-stasiun kereta api antara Jakarta –Bogor.

Karena Ibu Mulyanih menduga ada kemungkinan anaknya itu terikut atau naik kereta KRL, – namun agaknya kemungkinan ini kecil, karena jika terbawa KRL atau naik KRL pasti petugas jaga gate juga melihatnya, apalagi jika tidak memiliki tiket commuter line yang kini canggih, maka dipastikan tidak bisa membuka gate otomatis baik masuk atau keluar stasiun KRL karena harus tap in dan tap out.

Namun namanya juga ikhtiar, berjuang berusaha mencari anaknya yang hilang, Ibu Mulyanih hanya membagi selebaran ini kepada para penumpang KRL malam kamis (7/8) di gerbong di mana redaksi juga naik KRL Jakarta-Bogor ini, ia berharap kemungkinan ada yang mengetahui keberadaan anaknya itu.

“Tolong pak, titip selebaran ini karena anak kami bernama Tia ini dia mengidap autis, sulit berkomunikasi, mungkin ada warga yang biasa bepergian antara stasiun-stasiun yang pernah melihat anak kami, sudah pergi dari rumah entah kemana, sudah lima hari ini, karena memang kurang normal kondisinya, jadi kami sangat khawatir” ujar Ibu Mulyanih ini seraya membagi selebaran yanng dibawanya hingga setumpuk di dalam tasnmya ini kepada para penumpang.

Redaksi puteriputeri.com tentu saja iba akan kondisi ibu Mulyanih.

Orang tua mana yang tidak cemas jika anaknya hilang atau pergi dari rumah dan pergi entah kemana?

Redaksi puteriputeri.com juga tidak bisa cuek, apalagi pura-pura tidur di KRL sambil acuh tak acuh. Sebagai manusia biasa tentu kalau bisa membantu menginformasikan akan dibantu menginformasikan.

Apalagi kondisi Tia putri Ibu Mulyanih ini dalam kondisi yang kurang normal atau autis.

Ibu Mulyanih juga telah menitipkan beberapa lembar selebaran ini kepada petugas satpam/ sekuriti keamanan dalam gerbong KRL berharap mungkin ada kru KRL atau awak stasiun sepanjang jakarta- Bogor yang pernah melihat anak perempuannya yang bernama Tia itu.

ia juga menempelkan selebaran ini di setiap stasiun diantara rute KRL Jakarta Bogor, berharap agar ada orang yang tahu akan keberadan puterinya yang hilang itu.

Redaksi puteriputeri.com hanya berpesan kepada Ibu Mulyanih, bahwa akan redaksi akan memuat selebaran yang dibawa Ibu Mulyanih ini untuk dimuat dalam situs puteriputeri.com sebagai bentuk kepedulian antar sesama.

Juga berpesan agar berhati-hati terhadap penipuan.

Karena ada saja orang yang menipu orang lain bahkan ketika mendapat musibah sekalipun.

Untuk amannya, Puteriputeri.com sarankan kepada Ibu Mulyanih agar jika ada orang yang menelpon mengaku menemukan puterinya yang hilang, maka agar ibu Mulyanih meminta bukti nyata berupa foto atau rekaman video yang bisa dikirimkan via media baik itu WA, chat atau pesan gambar.

Jika ada yang meminta uang ya,aduh ya kebangetan banget atau keterlaluan, masa sih menemukan orang hilang kemudian minta uang ? Apalagi kalau cuma mau menipu saja, tega amat menipu orang lagi kesusahan, meskipun jaman sekarang hal ini sudah jamak terjadi, tapi semoga tidak.

Ini semua hanyalah demi membantu sesama saja, karena bayangkan bagaimana rasanya jika sanak keluarga kita sendiri yang hilang?

Pasti kita semua juga berupaya, bahkan ada yang sampai mendatangi stasiun TV.

Salut untuk para kru stasiun TV, terutama kru TV One yang demi rasa kemanusiaan yang tinggi sering membantu menayangkan pengumuman borang hilang di sela tayangan live newsnya. Luar biasa sekali.

Karena itu redaksi ingin memastikan agar semua pihak terutama Ibu Mulyanih agar berhati-hati.

Meskipun ini hanyalah upaya yang terbilang kecil dari kami di redaksi, namun redaksi juga berharap agar pembaca mungkin ada yang melihatnya, terutama yang berada di sepanjang rute KRL atau di sekitar setiap stasiun yang dilewati rute KRL jurusan Jakarta-Bogor, mungkin ada yang mengetahui keberadaan anak Ibu Mulyanih bernama Tia yang autis ini.

Terimakasih atas perhatian para pembaca semua. 🙂

Tinggalkan Balasan