Para Sahabat puteriputeri.com, sangatlah mengesankan berwisata Pulau Bidadari.

Pulau ini merupakan salah satu pulau yang terletak di Kepulauan Seribu. Secara administratif pulau ini masuk Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu. Pulau yang indah ini dulunya bernama Pulau Sakit dan Pulau Pumered. karena namanya yang kurang ‘cakep’ maka memang lebih indah nama Pulau Bidadari.

Jika sahabat puteriputeri.com ingin berlibur ke Pulau Bidadari, letaknya sangat dekat sekali dengan Jakarta dengan jarak kurang lebih sekitar 15 kilometer.

Jika akan kesana maka sahabat puteriputeri.com dapat memulainya dari Dermaga 17 Marina Jaya Ancol dengan menggunakan KM Kerapu. Untuk harga tiketnya sendiri sekitar Rp 32.000 (harga dapat berubah sewaktu – waktu dan juga belum termasuk tiket masuk Ancol).

Dari Dermaga Marina Jaya Ancol menuju ke Pulau Bidadari membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit. Dan inilah jadwal keberangkatan KM Kerapu setiap harinya dari Marina Ancol pukul 08.00 atau pukul 09.00 dan kembali pukul 13.30 atau pukul 14.00 WIB.

Pulau Bidadari merupakan pulau yang sangat cantik dengan hamparan pasir putihnya yang luas dan juga air lautnya yang sangat jernih. Di Pulau ini tumbuh hutan mangrove dan juga tanaman langka yang terpelihara dengan baik seperti pohon perdamaian (Baringtonia exelsa), pohon kepuh, pohon sentigi (Pempis acidula), pohon kayu hitam (Diospyros maritama), pohon glodokan, dan beberapa tanaman buah.

Di Pulau Bidadari ini sahabat puteriputeri.com dapat melakukan berbagai kegiatan wisata diantaranya yaitu berjemur, berkeliling di pulau ini, bersantai menikmati pemandangan sekitar yang sangat indah, bermain jetski, banana boat, dan juga dapat memancing.

Air di Pulau Bidadari ini hampir sama dengan Jakarta karena letaknya yang memang sangatlah berdekata. Sehingga aktivitas snorkeling dan diving kurang begitu cocok dilakukan di pulau yang satu ini.

Selain melakukan kegiatan wisata di atas, sahabat puteriputeri.com juga masih dapat melakukan kegiatan lainnya misalnya yaitu bermain bersama lumba – lumba. Karena Pulau Bidadari sendiri juga menjadi tempat pembibitan ikan lumba-lumba.


Di Pulau Bidadari juga terdapat peninggalan bersejarah berupa benteng lengkap dengan meriamnya. Bentuk bangunan benteng menara pengawas tersebut di Eropa lebih dikenal dengan sebutan Menara Martello. Fungsi bangunan ini sebagai menara pengawas dan benteng dengan bentuknya bundar bergaris tengah 23 meter dan tebal dinding 2,50 meter.

Di bagian tengah terdapat sebuah dinding lingkaran yang berfungsi sebagai tempat menampung air bersih untuk keperluan minum dan memasak tentara penjaga saat itu.

Berdasarkan penelitian dan penggalian dari Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta, bangunan menara ini asalnya bertingkat dua karena adanya lubang-lubang penyangga balok lantai.

Ruangan di lantai dua ada tujuh dan berfungsi sebagai ruangan tidur sekaligus tempat pengintaian. Dan salah satu berfungsi sebagai tempat penyimpanan amunisi.

Untuk fasilitas dan akomodasi di Pulau Bidadari ini terdapat 49 cottage yang terapung dan juga yang berada di darat.

Untuk cottage yang terapung tersebut berupa rumah panggung di atas air dan berada di antara pepohonan yang menghadap ke laut layaknya sebuah perkampungan nelayan.

Sedangkan yang di darat berupa rumah adat Minahasa yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang lengkap diantaranya yaitu AC, water heater, dan televisi.

Selain itu, tersedia juga berbagai sarana seperti karaoke, games, meeting room, restaurant, souvenir shop, bar, volley beach, dan juga tenis meja. Cottage – cottage tersebut juga dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung wisata seperti jetski, alat pancing, dan lainnya.

Jika sahabat puteriputeri.com ingin berlibur ke Pulau Bidadari sebenarnya setiap saat bisa ke Pulau Bidadari, asalkan saat cuaca bagus dan kondisi laut memungkinkan untuk menyeberang dan berwisata ke pulau bidadari.

(imung)

Tinggalkan Balasan