Berwisata di Sukabumi kita akan disuguhi dengan pemandangan alam nan menakjubkan.

Terletak di lereng selatan Kawasan Taman Nasional Gunung Gede- Pangrango di Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi sejuk dan indah dan merupakan daerah favorit untuk kegiatan kelompok outbond yang meliputi berkemah, trekking, arung jeram, serta untuk caving atau petualangan yang turun jauh di bawah tanah ke kubah gua gelap dengan pemandangan stalagtit dan stalakmit.

Selama masa kolonial Belanda, kota Sukabumi dan sekitarnya adalah tempat favorit untuk kaum kaya pemilik kebun teh Belanda karena pemandangan tropis yang indah dan iklim yang sejuk.

Pada tahun 1914 pemerintah kolonial Belanda mendirikan Gemeente atau kotamadya di Sukabumi karena banyak keluarga Eropa dan Belanda kaya tinggal di wilayah ini. Mereka adalah anggota elit dari Priangan Planters Club, yakni masyarakat eksklusif pemilik perkebunan teh Belanda di Jawa bagian barat, yang berkantor pusat di Gedung Vrier di Bandung Postweg, sekarang dikenal sebagai Jalan Asia Afrika. Teh dari daerah Sukabumi pada waktu itu adalah salah satu komoditas utama ekspor pulau Jawa.

Di bagian selatan Sukabumi sampai ke Samudera Hindia terletak kota Pelabuhan Ratu, awalnya sebuah desa nelayan sekarang resor wisata.Di wilayah Pelabuhan Ratu, sepanjang Karanghawu dan Cimaja terkenal sebagai pantai para peselancar, karena para surfer telah menemukan lokasi yang ideal untuk berselancar ombak menantang di wilayah Samudera Hindia.

Sukabumi terletak sekitar 3 jam perjalanan dari Bandung atau 4 untuk jam dari Jakarta, adalah daerah yang benar-benar layak dinikmati terutama oleh para pencari petualangan alam.

Dari Jakarta, Sukabumi terletak 120 kilometer jauhnya dan dibutuhkan sekitar 4 jam pada malam hari (karena ada kemacetan lalu lintas kurang di kota-kota yang menghubungkan) atau 5 jam bila ada kemacetan lalu lintas di Ciawi, Cicurug, Cibadak, dan daerah Cisaat.

Dari Bandung, Anda hanya menempuh kurang lebih 3 jam dengan mobil pada kecepatan normal. Anda juga akan melewati wilayah jurang Rajamanadala sebelum memasuki Cianjur dan berjalan kaki melintasi jembatan adalah pengalaman yang mendebarkan.

Pantai Ujung Genteng

Sukabumi juga menyimpan potensi alam pantai Ujung Genteng dimana Anda bisa bertemu pantai dengan ombak yang indah, bukan hanya pantai, Anda juga bisa melihat air terjun besar dan Anda bisa mengunjungi konservasi penyu laut di sini, ada banyak homestay untuk semua wisatawan jangan khawatir untuk tinggal di sini dan menikmati petualangan.

Konservasi penyu di Ujung genteng sangat menarik karena pengunjung dapat melihat menetasnya telur penyu dan melihat anak-anak penyu mengayuh langkah menuju Samudera.

Caving

Sedangkan bagi penggemar petualangan Gua dapat menuju dan merasakan petualangan caving atau petualangan susur Gua di Gua Buni Ayu, di Sukabumi. Di kompleks Gua Buni Ayu terdapat 3 Gua yang terbuka untuk umum. Yang pertama adalah Goa Siluman (Ghost Cave) yang menghabiskan sekitar 1 jam untuk menyelesaikan selusur Gua. Ke dua adalah Goa Landak (Hedgehog Cave) yang merupakan cabang lain dari Gua Siluman. Ini memiliki track lebih sulit dari gua sebelumnya tapi lebih pendek dan hanya perlu setengah jam untuk menyelesaikan. Yang ke-3 adalah yang disebut Goa Panjang (Long Cave) gua ini luar biasa karena petualang caving yang berpengalaman harus turun 18 meter dengan tali tunggal, berjalan melalui jalan bawah tanah dengan sungai yang, karang, kerikil, dan lumpur untuk sepanjang 3.5 kilometer dan dalam 35 meter dalam, sangat menakjubkan.

Destinasi Deretan Pantai Ujung Genteng

Pantai Ujung Genteng terletak kurang lebih 120 kilometer dari kota Sukabumi, atau sekitar 18 kilometer dari Kota Kecamatan Surade.

Pantai Ujung Genteng Sukabumi ini cukup mudah didatangi, baik dengan mobil pribadi atau dengan sarana transportasi angkutan umum.

Ada beberapa rute menuju Pantai Ujung Genteng.

Rute pertama adalah jika pembaca puteriputeri.com datang dari arah Jakarta maka rutenuya adalah :

Jakarta > Ciawi Cicurug > Cibadak > Cikembar > Pelabuhanratu > Jampang Kulon > Surade -> Ujung Genteng dengan jarak tempuh lancar sekitar 3 jam kecepatan biasa, jika kondisi jalan macet, juga macet di sekitar Sukabumi, maka waktu tempuh menjadi relatif lebih lama.

Untuk rute yang jika pembaca puteriputeri.com berangkat dari arah dari Bandung, maka rutenya :
Bandung > Cianjur > Sukabumi > Jampang Tengah > Jampang Kulon > Surade > Ujung Genteng.
Jarak antara Bandung – Pantai Ujung Genteng adalah sekitar 230 km dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 hingga 4 jam perjalanan.

Untuk angkutan umum bisa menggunakan rute dibawah ini :

Dari terminal Sudirman Sukabumi pilih naik angkot jurusan Bhayangkara kemudian lanjut ke Kecamatan Surade. Dari Surade anda bisa naik ojek sampai ke Ujung Genteng.

Ujung Genteng memang merupakan objek wisata yang cukup menarik.

Pantainya yang masih bersih dan alami memiliki pesona tersendiri untuk dikunjungi.

Pada beberapa bagian pantai terdapat area yang cocok untuk bermain atau sekedar berendam air laut yang tenang dan tidak dalam pada pesisir pantainya.

Di sebelah timur dari Ujung Genteng ada juga lokasi pelelangan ikan, yang ramai di pagi hari di 05:00 WIB-09:00 WIB.
Kita dapat membeli beberapa ikan di lokasi ini dengan rasa segar dan tentunya yang lebih murah daripada pasar kota.
Ada juga dermaga pantai warisan arsitektur Belanda yang unik karena kunonya.

Di Ujung genteng ini kita bisa melihat sunset yang yang sangat manis, dari pantai Ujung genteng ini pembaca bisa meneruskan perjalanan untuk pergi ke Pangumbahan Beach atau Pantai Pangumbahan, Pantai Ombak Tujuh, Pantai Cibuaya juga Pantai Cipanarikan semuanya masih satu deretan dengan Pantai Ujung Genteng.

Untuk menuju ke Pantai Pangumbahan, Pasir Putih, dan Pantai Ombak 7, pantai-pantai itu masih alami, termasuk jalannya juga masih ‘alami’ maka penulis menyarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi untuk traveling ke Ujung Genteng.

Hal ini dikarenakan banyak spot pantai dan air terjun yang jaraknya lumayan berjauhan.
Selain itu, fasilitas kendaraan umum juga kurang.

Pantai Ujung Genteng

Pantai Ujung Genteng merupakan pantai yang alami, dengan pasir sedikit berbatu berwarna cokelat muda, dan air lautnya yang biru menawan hati.

Pantai ini cocok untuk berendam dan bermain air laut karena kedalaman pantai adalah hanya sebagai lutut ketika air laut pasang dan hanya sekitar sebagai kaki betis saat surut.

Pantai Pangumbahan

Pantai Pangumbahan, adalah salah satu obyek wisata yang unik di lokasi ini. Jika beruntung kita bisa menyaksikan penyu bertelur di pantai pada di malam hari.

sukabumi-2

Penyu yang bertelur di daerah ini adalah penyu hijau yang hidup di air laut.
Penyu hijau dapat berkembang sampai mencapai lebih dari 1 meter panjang, lebih dari 200 kg berat badan dan hidup lebih dari 100 tahun. Sebelum penyu mulai bertelur kami sarankan untuk tidak membawa senter atau cahaya apapun karena ini membuat penyu takut untuk bertelur, dan kembali lagi ke laut.

Setelah telur diletakkan maka kita bisa dekat dan mengamati dengan menggunakan lampu senter.
Jika kura-kura sudah mulai melepaskan sel telur, ia tidak akan berhenti sampai selesai dan jumlah telur yang dikeluarkan dari seekor penyu hijau bisa lebih dari 200 butir telur.

Pantai Ombak Tujuh

Ombak Tujuh, terletak sekitar 15 kilometer dari Pangumbahan dapat dijangkau dengan berjalan kaki selama sekitar 3-4 jam berjalan. pantai Ombak Tujuh adalah lokasi favorit bagi turis asing untuk berselancar.
Dinamai Ombak Tujuh karena karena di sana ombaknya bagus untuk surfing. Sekitar lokasi ini, kita dapat menemukan beberapa pulau, dengan pantai berbatu alami. Jika Anda ingin pergi ke sana, Anda dapat menyewa sepeda motor, tetapi ketika musim hujan datang, hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki.

Pantai Cibuaya

Pantai Cibuaya, lokasi yang sempurna untuk mandi dan berenang karena pantai memiliki banyak kedalaman yang bervariasi, dari setengah meter sampai enam meter yang cocok untuk berenang.
Pantai Cibauya yang memiliki air laut yang bersih ini juga merupakan pantai yang indah.
Lokasi ini juga cocok untuk menikmati matahari terbenam di senja hari.
Ketika musim penangkapan ikan datang, Cibuaya adalah tempat yang ideal untuk menangkap kakap ikan atau kerapu.

Pantai Cipanarikan atau Pasir Putih

Hamparan pasir putih menghiasi pantai ini.

Pemandangan yang sangat luar biasa antara pertemuan air laut dan air tawar muara di sini, seolah gurun pasir putih.
Sangat indah dan alamiah. Untuk menuju ke pasir putih, kendaraan harus di parkir di sebuah kebun.
Lalu kita bisa berjalan kurang lebih 3-5 menit menyusuri hutan lindung. Di sanalah kita disuguhi alam liar dengan hamparan pasir putih lambut yang masih perawan.

Muara Cipanarikan, merupakan salah satu objek wisata lain yang menarik di ujung genteng.
Muara ini merupakan tempat bertemunya sungai Cipanarikan dengan laut.

Sungai Cipanarikan membentuk alur membelok terlebih dahulu sebelum masuk ke laut, sehingga terbentuk hamparan pasir yang cukup luas dengan bentuk pasir yang sangat halus,

Pada aktivitas warga di deretan pantai di Ujung Genteng ini bisa saksikan cara membuat gula kelapa oleh masyarakat setempat.

Proses pembuatan sangat sederhana dengan cara menampung cairan dari bunga kelapa kemudian di kumpulkan dan dimasak pada kuali atau wajan kemudian dicetak dengan memotong bambu.

Secara keseluruhan ada beberapa tempat yang indah masih sangat alami. Di sekitar Pantai Ujung Genteng juga memiliki banyak penginapan dengan tarif mulai Rp. 350,000,- hingga Rp.600.000,-per malam.

Karena sebagian daerah di sekitar pantai Ujung Genteng masih memiliki beberapa kasus malaria, mungkin karena daerah yang berdekatan dengan hutan lindung dan rawa, jadi jika ingin pergi ke sana lebih baik untuk membawa pil kina, atau siapkan cairan pengusir nyamuk.

Liburan ke Pantai Ujung Genteng di Sukabumi

wisata-sukabumi-2

Pantai Ujung Genteng di Sukabumi mudah didatangi, rute pertama dari Jakarta sekitar 2,5 jam jarak yang di tempuh, itupun kalau tidak terjadi kemacetan di daerah Sukabumi. rute ke dua bisa diambil kalau dari Bandung kira-kira sekitar 3-4 jam waktu yang ditempuh.

Perjalanan kami dimulai dari Jakarta Utara, tepatnya di terminal Tanjung Priuk. Kami berangkat pukul 07:00 WIB dengan menggunakan bis umum.

Perjalanan yang kami tempuh 9 jam dan kami sampai di rumah salah satu teman saya. Disitu kami istirahat sejenak 30 menit dan langsung melanjutkan perjalanan sekitar 1 jam lagi menuju Pantai Ujung Genteng, kami berangkat menggunakan sepeda motor.

Selama perjalanan kami pun melewati jalur yang cukup ekstrim. kami pun sangat berhati-hati saat mengendarai sepeda motor. Pantai Ujung Genteng ini tidak bisa melihat sunrise karena berada di pantai laut selatan, tetapi di pantai ini kita dapat melihat sunset yang sangat indah.

Setelah sampai di pintu masuk Pantai Ujung Genteng Sukabumi, kami dikenakan biaya Rp. 10.000,00 / orang, kami di sana segera bermain dan foto-foto, untuk memuaskan liburan kami di Sukabumi yang kusuka.

(Liputan oleh : Vira Khairunnisa)

Tinggalkan Balasan