Hai para sahabat puteriputeri.com, cerita perjalanan kali ini masih membahas tentang Air terjun, Jika ditanya kenapa sering kali berwisata ke Air Terjun? Mungkin jawabannya karena Wisata di Sumatera Utara banyak terdapat ratusan Air Terjun. Ini kisahku di Air Terjun Satu Hati :

Setelah beberapa lama tidak berpetualang akhirnya pada hari Sabtu,31 juli 2016 saya bisa kembali berwisata ke suatu tempat yang baru bagi saya sendiri yaitu ke Air Terjun yang ada di Sibolangit. Selain AIR TERJUN DWI WARNA yang sudah terkenal ada lagi Air terjun lainnya di Sibolangit ini, yaitu Air Terjun Satu Hati. Air terjun inilah yang saya kunjungi. Seperti biasa, saya tidak sendiri,saya sekelurga berkunjung ke pemandian ini, Sekitar Pukul 12 Siang, kami pun berangkat dari Kota Medan menuju Sibolangit menggunakan sepeda mobil.

airtrejun-1hati-1

Cerahnya kota Medan Hari itu, berbeda dengan cuaca sekitar Sembahe hingga berastagi, saat itu cuaca terlihat mendung bahkan sudah turun hujan yang cukup deras saat kami sampai di Sibolangit. Saya pun mampir sejenak di sebuah Warung pinggir jalan untuk berteduh. Air Terjun Satu Hati berada di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Pesimpangan untuk menuju Air Terjun ini tidak jauh dari Bumi Perkemahan (BumPer) Sibolangit, maka setelah melewati Bumper perhatikan simpang sebelah kiri, disitu akan terlihat Papan petunjuk arah menuju Air terjun Satu Hati. Langsung saja masuk kedalam, hanya sekitar 1 Km untuk sampai ke Posko Air terjun Satu Hati.

Biaya retribusi menuju Air terjun Satu Hati yaitu Rp.15000/orang itu sudah termasuk ranger/guide yang mengantarkan Kita menuju Air Terjun tersebut. Perjalanan menuju Air Terjun menghabiskan waktu sekitar 20 menit dengan berjalan kaki dengan melewati perkebunan dan hutan. Pada saat treking jalan yang dilalui cukup licin dan becek, karena sehabis hujan, sehingga diperlukan kehati-hatian agar tidak terpleset.
Air terjun satu hati memiliki ketinggian sekitar 20 meter dengan debit air yang jatuh cukup deras. Pada Air Terjun terdapat sebuah batang Pohon yang secara tidak sengaja berdiri miring menyandar ke air Terjun tersebut. Sehingga sepintas mirip Air Terjun Tongkat yang ada di Kabupaten Langkat. Udara hutan sibolangit sangatlah sejuk dan saya menatap air terjun membuat hati serasa tenang. Sudah sebulan tidak melakukan perjalanan seperti ini. Pengunjung bisa menikmati air terjun ini sambil mandi dibawahnya. Ada satu yang membuat kurang nyaman saat menikmati Air terjun Satu Hati ini, yaitu banyak tumpukan sampah di sekitar air Terjun. Kurang tahu juga dari mana sampah ini berasal, apakah dari para pengunjung ataukah sampah yang hanyut saat banjir.

Setelah puas menikmati Air terjun Satu Hati ini, kami pun bergegas untuk kembali, karena waktu yang juga telah sore, takut kemalaman sampai di Kota Medan. Posko Air Terjun Satu Hati ini berupa tempat makan dan istirahat yang bernama Lesehan Terapung Tibrena. Lokasinya bagus, karena ada Taman yang luas yang bisa digunakan untuk perkemahan juga, tersedia arena Outbound juga. Pada saat saya kesini ada rombongan dari salah satu sekolah dari Medan yang melakukan kegiatan Kemah dan Outbound di Lokasi ini.

 

Untuk Penamaan Air Terjun Satu Hati ini, saya tidak sempat bertanya pada posko yang tersedia, mungkin namanya berkaitan dengan salah satu merek sepeda motor yang menggunakan tagline “Satu Hati”, sebab pada pamflet atau petunjuk Lokasi Air Terjun terdapat lambang Sepeda motor yang menggunakan tagline “Satu Hati” Ini. Ohh iya, selain Air Terjun Satu Hati ini, terdapat lagi satu objek wisata yang sudah lama dikenal yaitu Pantai Loknya ataupun air terjun Loknya, berjarak hanya 500 meter dari posko Air Terjun Satu Hati ini.

(Liputan oleh : Kiki Amelia)

Tinggalkan Balasan